Djanur Ungkap Resep Persebaya Tembus 6 Besar Liga 1 2018

Persebaya Surabaya mencatatkan empat kemenangan beruntun setelah menang 1-0 atas Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/11/2018) sore. Hasil tersebut membuat Bajul Ijo naik ke posisi keenam dengan 47 poin di klasemen sementara Gojek Liga 1 bersama Bukalapak.

Pencapaian Persebaya Surabaya ini paling apik dibanding klub lainnya yang melakukan pergantian pelatih di tengah kompetisi. Pergantian pelatih dari Alfredo Vera ke Djadjang Nurdjaman membawa perubahan besar.

Saat Djanur, sapaan akrab Djadjang Nurdjaman, digaet pada awal September, Persebaya tercecer di peringkat ke-13 dengan 20 poin. Tambahan 27 poin dan naik hingga delapan peringkat menjadi catatan bagus buat mereka.

Padahal, Persebaya sempat kalah dua kali di kandang saat ditangani Djanur, saat berjumpa PS Tira dan Borneo FC. Djanur membeberkan kunci keberhasilan mencatatkan tren menanjak seperti saat ini.

“Hasil yang kurang bagus saat saya datang di awal terjadi karena masih perlu adaptasi. Saat itu belum ketemu (visi bermain) di awal-awal. Tapi akhirnya saya menemukan dan menyatu,” ungkap pelatih asal Jawa Barat itu.

“Saya dan pemain Persebaya Surabaya sama-sama tahu. Pemain tahu apa kemauan saya. Saya juga tahu kelebihan dan kekurangan pemain. Sehingga saya akhirnya sekarang sudah bertemu ritme dan sentuhan secara tim kelihatan,” imbuhnya.

Temukan Formula
Sejak dilatih Djanur, terdapat beberapa catatan positif yang ditorehkan Bajul Ijo. Persebaya mampu mencetak 28 gol dan 14 kali kebobolan dalam 12 pertandingan. Persebaya juga empat kali clean sheet.

Hampir semua kemenangan itu Persebaya juga diraih atas klub-klub besar, papan atas, atau yang sedang on fire. Di antaranya adalah Mitra Kukar, Persib Bandung, Madura United, Persija Jakarta, PSM Makassar, Bali United, dan terakhir Bhayangkara.

Julukan The Giant Killer sempat tersematkan kepada Persebaya berkat raihan itu. Namun, Djanur menolak julukn itu agar pemain tidak jemawa.

“Dulu, saya pernah mengatakan bahwa Persebaya dan Sriwijaya adalah tim yang memainkan ball possesion. Begitu saya gabung Persebaya, permainan itu terasa. Kami sekarang sudah menemukan formula, dan semoga tidak berubah ke depannya,” ucap Djanur.