Sinar Hambali Tolib di Tengah Keterpurukan Sriwijaya FC

Eksodus pemain yang terjadi pada putaran kedua Liga 1 2018 membuat Sriwijaya FC minim amunisi. Manajemen pun lebih banyak mempromosikan pemain muda yang direkrut dari tim U-19.

Salah satu pemain akademi Laskar Wong Kito yang kini memperkuat tim senior ialah Muhammad Hambali Tolib. Sejauh ini, jebolan Diklat Ragunan itu telah mengemas empat caps dengan satu laga di antaranya turun sejak menit awal.

Debut Hambali sebagai starter ialah kala Sriwijaya FC menghadapi Persija Jakarta di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Sabtu 24 November 2018. Pada laga yang dimenangkan Persija 3-2, Hambali bermain penuh untuk pertama kalinya.

Meski minim pengalaman, namun Hambali tetap mampu menjawab kepercayaan. Perjudian yang dilakukan pelatih Angel Alfredo Vera berbuah manis sekalipun Laskar Wong Kito gagal meraih poin.

Sepanjang pertandingan, Hambali mampu merepotkan pertahanan Persija melalui pergerakan dan umpannya dari lini tengah. Gol yang dicetak Manuchekhr Dzhalilov pada pertengahan babak pertama pun tidak terlepas dari kreasinya.

Pemain kelahiran 20 Juni 2000 ini mengaku sangat bersyukur mendapat kesempatan menjalani debut sebagai starter di kompetisi kasta tertinggi tanah air. Baginya, kesempatan tersebut merupakan pengalaman yang sangat berharga dan harus dia manfaatkan.

“Walaupun gagal membawa tim meraih hasil maksimal, saya tetap bersyukur. Saya juga mengucapkan terima kasih untuk coach yang sudah memberikan kepercayaan. Ke depan jika diberi kepercayaan lagi bisa memberikan yang terbaik untuk Sriwijaya,” ujar Hambali.

Usai pertandingan melawan Macan Kemayoran, pemain berkaki kidal itu sempat terlihat menangis. Ternyata, itu karena tidak mampu menahan emosi. Dia mengaku sedih karena kekalahan itu membuat Sriwijaya kian terpuruk di papan bawah klasemen sementara.

“Kemarin sedih sekali, karena ini pertandingan sangat penting buat saya, momen berharga sekaligus emosional. Ini juga pertama kalinya ditonton keluarga besar. Namun apa yang saya harapkan tidak tercapai dan itu membuat sedih,” jelasnya.

Dia berharap Sriwijaya mampu menyapu bersih dua laga tersisa. Dia menyadari satu-satunya harapan tim besutan Alfredo Vera untuk tetap bertahan di Liga 1 ialah memenangkan dua laga tersisa.

“Saya memang sudah sering bertanding di level junior, namun untuk di tim senior tetap ada perbedaan. Paling terlihat adalah tekanan dan mental. Di level junior tidak terlalu tertekan karena semuanya seumuran, semetara di senior banyak faktor yang mempengaruhi,” terangnya.

“Untuk di Sriwijaya sendiri saya cukup terbantu dengan banyaknya pemain senior yang sangat membantu proses adaptasi. Mereka juga menjadi motivasi dan saya yakin Sriwijaya bisa lolos,” kata Hambali.