Masuk 10 Besar Akan Jadi Bonus Bagi PSIS

PSIS Semarang berhasil mempertahankan posisinya untuk tetap menjadi kontestan di Liga 1 2019, setelah mencuri poin di kandang Madura United pada pertandingan sebelumnya

PSIS yang saat ini berada di urutan ke-12 dengan nilai 43, tak sanggup dikejar oleh empat tim yang memiliki poin terendah yakni PSMS (34), PS Tira (36), Sriwijaya FC (36), dan Perseru Serui (36). Secara matematis jumlah poin yang dicapai PSIS tidak dapat dikejar keempat tim itu, karena tinggal menyisakan dua pertandingan terakhir.

Keberhasilan PSIS Semarang untuk bisa bertahan di Liga 1 disyukuri oleh manajemen klub berjulukan Mahesa Jenar. Hari Nur Yulianto dkk berstatus tim promosi yang musim lalu menjadi juara ketiga di Liga 2. Namun PSIS dapat membuktikan tidak hanya numpang lewat di Liga idaman semua klub Indonesia.

Bahkan PSIS masih dapat memperbaiki posisi di papan klasemen dengan masuk ke sepuluh besar, jika mampu meraih hasil maksimal kontra Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya di laga tersisa. PSIS akan menjamu tim Mutiara Hitam Persipura di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Sabtu (1/12) sore.

“Pencapaian PSIS di musim ini sesuai dengan ekspektasi kami, yakni agar bisa bertahan di Liga 1. Kalau sampai masuk sepuluh besar suatu kebanggaan lah buat PSIS yang baru pertama bermain di Liga 1,” ungkap General Manager PSIS, Wahyu Winarto kepada Bola.com, Jumat (30/11/2018).

Diakuinya, perjuangan dengan sangat berat ditempuh oleh PSIS dalam mengarungi kompetisi di Liga 1 musim ini. Sempat menjadi bulan-bulanan lawannya hingga paruh musim, PSIS menemukan kekuatan untuk bangkit setelah pergantian pelatih dari Vincenzo Annese ke Jafri Sastra.

Pria yang akrab disapa Liluk ini pun berharap musim depan PSIS tetap menjadi tim yang berdaya saing. “Padahal sampai tengah musim kami berada di zona degradasi. Banyak yang menganggap kami akan turun lagi ke Liga 2. Nyatanya dengan perjuangan seluruh pihak di PSIS, kami bisa membuktikan diri. Ke depan tentunya kami ingin lebih baik lagi,” imbuhnya.

PSIS bersama Jafri Sastra berhasil mengemas tujuh kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan untuk mengamankan posisi bertahan di Liga 1. Atas kinerja tim pelatih yang dipimpin Jafri Sastra, manajemen PSIS berencana tetap mempertahankan sang pelatih untuk musim depan.