Manajemen PSMS Medan Berharap Persija Jakarta Kalah

Manajemen PSMS Medan berharap dua tim yang sedang bersaing memperebutkan gelar juara Liga 1 2018, PSM Makassar dan Persija Jakarta, mendapatkan hasil bertolak belakang pada pekan ke-33, sehingga kans Ayam Kinantan bertahan di kasta tertinggi terbuka.

Persija akan dijamu Bali United di Stadion Dipta Gianyar, sedangkan PSM bertamu ke markas Bhayangkara FC. Sekretaris klub Julius Raja berharap Persija menelan kekalahan, dan PSM memetik kemenangan. Jika itu terjadi, Raja menaruh harapan PSM tidak bermain serius saat menjamu PSMS di laga pamungkas.

“Kami harapkan supaya Persija di pertandingan pekan ini kalah, supaya tidak ada peluang untuk juara, sehingga waktu PSM lawan PSMS tidak ngotot, karena PSM sudah yakin juara,” harap Raja diwartakan laman Tribun Medan.

Meski demikian, PSMS tidak ingin lengah saat menerima kedatangan Persebaya Surabaya. Sebab, bila mereka takluk dari Bajul Ijo, harapan yang diapungkan sebelumnya menjadi sia-sia.

“Terpenting lawan Persebaya harus menang dulu, baru bicara ke depannya. Nanti sudah berkhayal, ternyata lawan Surabaya pun gagal. Jadi siapkan dulu pertandingan ini. Lawan Surabaya menang, pertandingan kedua lawan PS TIRA menang, baru berandai-andai yang ketiga [kontra PSM],” tutur Raja.

Raja menambahkan, manajemen bersama CEO klub Doddy Taher dan manajer Tengku Edrdiansyah direncanakan bertemu dengan pemain di Stadion Teladan dalam sesi latihan hari ini. Menurut Raja, di dua laga terakhir, ia melihat PSMS kedodoran, dan terlihat kurang motivasi.

“Kami akan melakukan pembicaraan dengan pemain. Kami akan berikan motivasi kepada mereka agar bisa lebih serius, karena sudah tidak bisa main-main lagi. Kami akan komunikasikan ini dengan tim pelatih dan pemain. Baru kami akan cari solusinya,” bebernya.

“Memang kami tidak mau menyalahkan pemain. Jadi mereka butuh dirangkul supaya bisa konsentrasi. Untuk bonus sudah disepakati. Apa yang mereka minta sudah kami sepakati, main di kandang berapa, menang di luar berapa, seri berapa. Ada juga pembicaraan menambah bonus. Kami akan coba kalau memang maunya begitu.” (gk-71)