Jafri Sastra Belum Pikirkan Masa Depannya di PSIS

PSIS Semarang berhasil mempertahankan posisi sebagai kontestan di kompetisi Liga 1 musim depan. Kepastiian itu hadir setelah berhasil mencuri poin di kandang Madura United 2-2 pada laga pekan ke-32 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Gelora Bangkalan (26/11/2018).

Tim berjulukan Mahesa Jenar ini lolos dari jerat degradasi setelah mampu mengoleksi 43 poin sampai pekan ke-32. Perolehan nilai Bruno Silva dkk. dipastikan tak dapat terkejar oleh tiga tim yang berada di zona degradasi, yakni PSMS Medan (34 poin), PS Tira (36), Sriwijaya FC (36), dan Perseru Serui (36).

Jarak tujuh poin tak dapat disalip tim-tim di bawah karena hanya menyisakan dua laga terakhir.

Keberhasilan PSIS lolos dari bayang-bayang degradasi, satu di antaranya berkat tangan dingin sang pelatih, yakni Jafri Sastra. Datang di paruh musim dengan posisi PSIS yang terseok-seok di papan bawah klasemen, Jafri mengemban tanggung jawab besar menyelamatkan Mahesa Jenar.

Belum lagi statusnya yang dipecat dari klub Liga 2, Persis Solo, sempat membuat banyak pihak terutama dari kalangan pendukung PSIS meragukan Jafri Sastra.

Nyatanya bersama eks pelatih Persipura Jayapura dan Mitra Kukar ini, PSIS berhasil bangkit dari keterpurukan. Bersama Jafri Sastra, PSIS meraup tujuh kemenangan, dua imbang, dan dua kali kekalahan. PSIS juga berhasil melaju ke babak 32 besar Piala Indonesia 2018.

Kendati demikian, Jafri Sastra tak terlalu memikirkan masa depannya di PSIS setelah musim 2018 berakhir. Ia mengaku hanya fokus menghadapi dua laga tersisa PSIS Semarang di musim ini.

PSIS dijadwalkan akan menjamu Persipura pada 1 Desember 2018 dan melawat ke kandang Persebaya Surabaya pada 8 Desember 2018 untuk laga pamungkas musim ini.

“Tentang kontrak, lebih baik saya fokus dulu dengan dua pertandingan terakhir. Saya yakin manajemen juga pasti sudah punya rencana seperti apa. Saya menunggu saja. Minta doanya saja, kalau rezekinya masih di PSIS, ya berarti bertahan. Kalau bukan, ya cari klub lain,” kata Jafri Sastra. (Vincentius Atmaja)