happistar 526bet






SQ881
Inidewa365
Texaspoker
goldwin88
bursabet
Ft95
Bandar855

PSS Sleman Disudutkan Bikin Kesal Sismantoro

PSS Sleman melalui sang manajer, Sismantoro membantah dugaan match fixing seperti yang saat ini jadi pembicaraan hangat.

PSS Sleman terseret kasus match fixing atau biasa dikenal pengaturan skor saat laga melawan Madura FC di Liga 2 2018.

Sebelumnya Manajer Madura FC, Januar Herwanto sempat mengungkap kasus tersebut kepada media.

Namun baru-baru ini mulai gencar lagi setelah Januar blak-blakan dalam acara Mata Najwa Trans 7, Rabu (28/11/2018).

PSS Sleman dan Madura FC tergabung dalam satu grup Wilayah Timur Liga 2 2018.

Kedua tim juga sama-sama lolos ke babak delapan besar mewakili empat klub dari Wilayah Timur.

Sepanjang gelaran Liga 2 2018, keduanya sudah bertemu empat kali. Dua kali bertemu di fase grup, dua lainnya babak 8 besar.

Madura FC unggul head to head dengan tiga kemenangan, sementara PSS hanya mampu meraih satu kemenangan saat babak 8 besar.

Manajer Madura FC, Januar Herwanto membongkar kasus pengaturan skor PSS Vs Madura FC sesuai fakta yang ia dapatkan.

Kata Januar, anggota Exco PSSI, Hidayat sempat meminta timnya untuk mengalah dari PSS Sleman.

Namun Januar justru menolak meski Hidayat memberi uang tebusan 100 juta sampai akan mengancam pemain.

Menanggapi hal itu, Manajer PSS, Sismantoro menampik keterlibatan timnya seperti yang kini jadi buah bibir.

Sismantoro mengaku jika timnya belum pernah berhubungan langsung dengan Januar atau Hidayat.

Bahkan ia mengatakan siap bertemu tatap muka untuk membongkar fakta dan kebenaran.

“Dari PSS Sleman belum pernah melakukan komunikasi dengan Januar maupun yang disinggung dalam kasus ini Hidayat,” kata Sismantoro.

“Saya tidak kenal, tidak tahu, apalagi melakukan komunikasi hingga bertemu, boleh crosscheck kepada yang bersangkutan.”

“Saya juga tidak pernah melakukan, mengajak hal yang dituduhkan Madura FC, demi Allah saya tidak pernah,” lanjutnya, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai Lurah Candibinangun merasa kesal karena timnya disudutkan.

“Prinsip saya makanya kita konfrontir, dan saya siap untuk dipertemukan.”

“Saya tidak mau PSS Sleman menjadi pihak yang disudutkan.”

“Kalau saya dari manajemen PSS Sleman ada komunikasi ataupun inisiatif seperti yang dituduhkan saya berani potong apapun,” tegas Sismantoro.

Dugaan match fixing memang begitu menjadi noda dalam riuh pesta PSS Sleman atas kesuksesan promosi ke Liga 1 2019.

Super Elang Jawa telah memastikan diri promosi Liga 1 setelah menekuk Kalteng Putra 2-0 pada semifinal leg kedua Liga 2 2018, Rabu (28/11/2018).

One thought on “PSS Sleman Disudutkan Bikin Kesal Sismantoro

  • November 29, 2018 8:31 pm at 20:31
    Permalink

    Mana ada Maling ngaku….
    Federasi dan Pemerintah harus konsisten tegas dan Jelas,
    Kalo semua bekerja di dasarkan dengan ibadah hati nurani akan terbuka,
    sebaliknya akan hancur…

Comments are closed.





AFAPOKER RGOBET wigobet 12online gaming