Cerita Kocak Pelatih PSIS soal Kenangan Insiden Kaus Kaki Pinjaman

Pelatih PSIS Semarang, Jefri Sastra, punya cerita kocak di balik ketegangan pertandingan sepak bola yang masih membekas di ingatannya. Salah satunya soal kaus kaki tim saat dirinya melatih di Semen Padang.

Peristiwa itu dialami ketika pertandingan pada ajang Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Pada 2 Februari 2014, Semen Padang meladeni tuan rumah Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung. Ofisial Semen Padang ternyata lupa membawa kaus kaki seluruh pemain sesaat menjelang kickoff.

Semua pemain Semen Padang sudah masuk ke lapangan untuk persiapan pemanasan. Tapi, ofisial tim lupa mengangkut kaus kaki ke dalam bus. Padahal mereka sudah tidak memungkinkan kembali ke hotel tempat tim menginap untuk mengambilnya. Belum lagi akses jalan di sekitar Stadion Jalak Harupat yang macet.

Alhasil Jafri Sastra keluar Stadion untuk mencari cara. Timnya jelas bakal mendapat sanksi bila para pemainnya tak mengenakan kaus kaki saat bertanding.

“Saya melihat ada sekelompok anak-anak SSB bermain bola dengan kaus kaki hitam di luar Stadion. Saya hitung anaknya ternyata ada 15 orang. lalu saya panggil mereka. Saya iming-imingi mereka kaus kaki yang baru asalkan kami boleh meminjam sebentar. Pemain inti langsung saya suruh memakainya, ya lucu karena ada berbagai merek kaus kakinya. Bagi saya yang penting bisa main,” ujar Jafri Sastra kepada Bola.com, Sabtu (24/11/2018).

Uniknya, meski bermain dengan kaus kaki pinjaman bocah SSB, secara luar biasa Semen Padang mampu memecundangi Maung Bandung dalam laga itu. Semen Padang memang dengan skor tipis 2-1 lewat gol Esteban Vizcarra dan gol bunuh diri Supardi Nasir. Sementara tuan rumah Persib hanya mampu mencetak sebiji gol melalui Djibril Coulibaly.

“Kami juga heran sekaligus bersyukur bisa diberikan kemenangan di kandang tim kuat dengan kaus kaki pinjaman dari anak-anak SSB. Setelah pertandingan, Vizcarra sempat protes soal kaus kaki pinjaman itu, langsung saya katakan daripada tim kita kena sanksi berat karena hal konyol,” imbuh pelatih asli Padang ini.

Jafri Sastra kini menjadi arsitek tim PSIS Semarang setelah sempat dipecat dari tim Liga 2 Persis Solo. PSIS menjadi tim cukup ampuh selama ditukangi Jafri Sastra dengan posisi yang hampir dipastikan tetap bertahan di Liga 1 musim depan. Mahesa Jenar kini berada di urutan ke-10 klasemen sementara Gojek Liga 1 bersama Bukalapak 2018. Sementara Semen Padang sedang berjuang kembali promosi ke Liga 1, dengan menembus semifinal Liga 2 berjumpa Persita Tangerang. (Vincentius Atmaja)