Minim Prestasi di Tahun 2018, SOS: PSSI itu Federasi atau Event Organizer?

Berbagai permasalahan sepak bola Indonesia tampaknya benar-benar sudah membuat publik resah.

PSSI yang merupakan induk sepak bola Indonesia pun dikritik habis-habisan akibat jebloknya prestasi Timnas Indonesia dan kontroversi Liga 1, bahkan ada yang menyebut PSSI sebagai event organizer dan bukan sebagai federasi lagi.

Tak bisa disangkal, kegagalan Timnas sepak bola Indonesia di Piala AFF 2018 telah menjadi puncak amarah atas bobroknya sepak bola dalam negeri. Apalagi kompetisi domestik yaitu Liga 1 dan Liga 2 tak lepas dari isu liga settingan dan pengaturan skor.

Sungguh, tidak ada lagi yang bisa kita banggakan dari sepak bola Indonesia di tahun ini kecuali prestasi yang ditorehkan adik-adik kita di U-16, U-19, U-23.

Akan tetapi, ditengah kritikan tajam, PSSI menjawabnya dengan menyatakan prestasi Indonesia adalah sudah menggelar sembilan event penting.

PSSI Disebut seperti Event Organizer
Sembilan kompetisi yang dimaksud adalah AFF Girls, AFF Woman, AFF U-16, AFF U-19, AFF Cup Futsal, AFF Futsal, AFF Beach Soccer, AFC Club Futsal Championship, dan AFC U-19.

Meski sudah dijawab oleh PSSI, tetap saja menuai kecaman lain yang kali ini datang dari koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali.

“Masa Sekjen PSSI (Ratu Tisha) menjawab kritikan buruknya prestasi Timnas dan bobroknya kompetisi dengan penjelasan kita sukses menggelar sembilan event dalam setahun. PSSI itu federasi atau Event Organizer?” jawab Akmal Marhali saat dihubungi oleh INDOSPORT.

“Kalau EO tiap pekan buat kegiatan ya pasti bisa lah, wong mereka mengejar untung. Tapi kalau federasi, yang dikejar ya prestasi,” tambahnya.

Seperti yang kita tahu, Event Organizer (EO) itu tugasnya menggelar sejumlah acara dengan tujuan mencari keuntungan.

PSSI dinilai oleh Akmal Marhali hanya sibuk menggelar acara demi mengejar sejumlah pundi-pundi uang, sedangkan prestasi dinomor duakan.

Sebagai pecinta sepak bola tanah air, sudah pasti jika PSSI hanya mengejar keuntungan tanpa prestasi, itu akan sangat mengecewakan publik.