Persija Tak Bisa Gunakan Patriot Jamu Sriwijaya FC, Teco Gagal Paham

Persija Jakarta harus kembali menggelar pertandingan kandang di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (24/11/2018). Pasalnya, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, sebagai markas asli tim berjuluk Macan Kemayoran itu tidak dapat dipakai kala menjamu Sriwijaya FC pada pekan ke-32 Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak.

SUGBK akan digunakan Timnas Indonesia untuk menghadapi Filipina pada partai terakhir Grup B Piala AFF 2018, Minggu (25/11). Jadilah Persija yang mengalah. Macan Kemayoran memilih Stadion Wibawa Mukti untuk melawan Sriwijaya FC, bukan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi yang selama ini menjadi homebase kedua.

Pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco bingung kenapa Stadion Patriot tidak dapat dipakai timnya. Apalagi, venue berkapasitas 30.000 penonton itu lebih dekat jaraknya dari ibu kota dibanding Stadion Wibawa Mukti.

“Tahun ini kami harus balik ke sini, kami harus main di sini, kami harus bisa dapat hasil yang sama seperti musim kemarin. Tapi Stadion Wibawa Mukti sangat bagus, saya pikir stadion ini sangat bagus lapangan dan rumputnya. Saya pikir pemain saya sangat siap buat main besok di mana pun,” ujar Teco pada konferensi pers sebelum pertandingan di Hotel Ibis Style, Cikarang, Jumat (23/11).

“Saya seperti bilang sama kamu, ya lebih bagus buat suporter tim kami main di SUGBK atau Stadion Patriot karena lebih dekat dan aman buat suporter datang. Tapi saya cuma tahu SUGBK dipakai Timnas Indonesia, tapi Stadion Patriot saya tidak tahu kenapa tidak bisa dipakai. Tapi buat pelatih sama pemain tidak masalah, kami senang bisa main di sini juga karena kualitas stadion dan lapangan sangat bagus,” katanya menambahkan.

Pada musim lalu, Persija juga menjamu Sriwijaya FC di Stadion Wibawa Mukti. Digelar tanpa penonton, Ismed Sofyan dan kawan-kawan berhasil menang 1-0.

“Saya orang positif, saya pikir kompetisi kemarin kami sudah main di sini lawan tim yang sama, Sriwijaya FC,” imbuh Teco.