Lolos ke Semifinal Liga 2, Semen Padang Justru Terancam Sanksi

Semen Padang telah memastikan diri meraih satu tempat di semifinal Liga 2 2018. Kepastian ini didapat usai mengalahkan Kalteng Putra di laga terakhir babak 8 besar, Senin (19/11) kemarin. Sayang, keberhasilan ini dinodai oleh sejumlah insiden di dalam stadion.

Ya, kemenangan 3-1 Semen Padang atas Kalteng Putra harus dibayar mahal. Klub kebanggaan tanah Minang itu terancam sanksi dari Komdis PSSI. Itu mengacu situasi yang terjadi sepanjang pertandingan yang berlangsung di Stadion H. Agus Salim, Padang kemarin.

Laga tersebut diwarnai beberapa konfrontasi antarpemain. Pun dengan konfrontasi suporter Padang dengan tim tamu. Lemparan botol, chant rasis, smoke bomb, dan flare, hingga kembang api silih berganti tersaji di tribune penonton. Situasi itu jelas menjadi preseden buruk bagi Semen Padang.

Tensi pertandingan yang cukup tinggi sudah bisa diprediksi sejak awal. Bahkan hampir semua sudut tribune terisi penuh suporter Semen Padang. Sekitar 20 ribu penonton hadir mendukung klub yang berjuluk Kabau Sirah itu. Wajar saja, karena laga tersebut merupakan penentu langkah kedua tim ke semifinal Liga 2 2018.

Khoirul Anam, Match Commisioner pertandingan kemarin ketika dikonfirmasi menyatakan akan ada sanksi yang bakal diterima Semen Padang. “Salah satu yang paling jelas ya flare tadi. Semua kejadian akan kami laporkan. Tetapi untuk keputusan biar dari Komdis,” sebutnya.

Pria asal Pasuruan tersebut sekilas belum menerima nota protes dari manajemen Kalteng Putra terkait jalannya pertandingan pemungkas di Grup A babak 8 besar ini. Ketika dikonfirmasi, asisten manajer Kalteng Putra, Sigit Widodo menyebut timnya sangat dirugikan oleh putusan wasit.

Tidak hanya itu, teror suporter Semen Padang bahkan sudah berlangsung sejak Laskar Isen Mulang menjalani official training sehari sebelumnya. “Bus kami juga dilempar telor saat latihan. Ini sekarang kami sedang menyiapkan laporan protes,” terangnya.

Mengacu Kode Disiplin PSSI 2018, setiap lemparan botol minum yang terisi bakal diganjar Rp 50 juta (1-10 kali lemparan). Sedangkan untuk flare paling besar, yakni Rp 200 juta (untuk lima kali penyalaan). Bisa jadi sanksi yang akan diterima Semen Padang akan lebih besar karena ada insiden buruk lain yang terjadi selama pertandingan.