Cerita di Balik Selebrasi Kaus Arema

Ada kebiasan baru yang kini muncul di tim Arema, yakni melakukan selebrasi dengan membentangkan sebuah kaus. Hal itu dilakukan sejak Arema bermain tanpa penonton, tepatnya ketika menjamu Bali United pada 20 Oktober 2018.

Dalam tiga pertandingan beruntun di Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, setiap kali ada pemain yang mencetak gol, mereka akan berlari mengambil kaus tersebut dari salah seorang ofisial tim Arema untuk dibentangkan di depan awak media.

Tulisan yang tertera di kaus tersebut selalu berbeda. Mulai “Benyanyilah Aremania-Aremania” sampai yang terakhir “Salam 1 Jiwa”.

Setelah ditelusuri, ternyata selebrasi itu merupakan ide kapten tim, Hamka Hamzah. Hamka yang selalu menuangkan ide “kata atau kalimat” dalam kaus itu. Ofisial tim Arema, Nur Rokhim, atau yang akrab disapa Amin Tatto, lantas bertugas membuatkan kaus tersebut.

“Kapten yang punya ide awal. Tapi, slogan dan kata-kata biasanya ide bersama. Kebetulan saya ada store merchandhise juga (Texas Jodipaness Store). Jadi, bisa membuatkan kaus selebrasi itu,” ungkap Amin.

Pada awalnya pemain Arema bingung apa yang harus dilakukan setelah mencetak gol di kadang sendiri karena sejak melawan Bali United (20/10//2018), Singo Edan harus menjalani laga tanpa penonton di kandang sendiri.

Hal itu setelah Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kepada Arema karena Aremania masuk ke lapangan saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya (6/10/2018).

Akhirnya, ide membuat kaus selebrasi itu pun puncul. Pesan yang dituangkan juga merupakan slogan untuk Aremania agar tetap semangat memberikan dukungan kepada tim, apa pun situasinya.

Sampai saat ini Aremania tetap memberikan dukungan dari luar Stadion Kanjuruhan ketika Arema bermain di kandang. Bahkan saat ada larangan nobar di luar stadion karena agenda Pilakdes serentak di Kabupaten Malang (11/11/2018), puluhan Aremania tetap hadir untuk bernyanyi di pintu keluar.