Pernyataan Pelatih PSS Sleman soal Peluang ke Semifinal Liga 2

PSS Sleman harus mengakui keunggulan tuan rumah, Madura FC saat takluk, 0-1 di Stadion Ahmad Yani, Sumenep (12/11/2018). Kekalahan itu membuat PSS Sleman kembali menjadi juru kunci Grup B babak 8 besar Liga 2 dengan empat poin.

Terkait peluang lolos ke semifinal, pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, justru memberikan pernyataan mengejutkan. Pelatih berusia 44 tahun itu menilai peluang timnya semakin menipis.

“Menipis tapi peluang masih ada. Kami harus memenangkan dua laga home yang tersisa. Meski kami di papan bawah tapi kami akan berusaha menyapu bersih dua laga yang tersisa,” kata Seto kepada INDOSPORT.COM, Selasa (13/11/2018).

Persaingan di Grup B babak 8 besar Liga 2 2018 dipastikan akan berlangsung ketat hingga laga terakhir. Terlebih keempat tim saat ini masih memiliki peluang yang sama, tak terkecuali bagi PSS Sleman yang kini menempati posisi juru kunci.

Dari hitung-hitungan matematika, PSS Sleman pun menjadi tim yang paling diuntungkan menghadapi dua laga sisa di babak 8 besar, karena semuanya berlangsung di Sleman.

Meski optimistis mampu menyapu bersih dua laga sisa, namun Seto mengaku misi tersebut tidaklah mudah. Sebab, anak asuhnya harus tampil tanpa dukungan suporter kala menjamu Persita usai dijatuhi sanksi Komisi Disiplin PSSI.

Sanksi hadir sebagai buntut ulah oknum suporter yang merangsek masuk ke dalam lapangan usai laga serta oknum panitia yang berada di area yang tidak semestinya.

“Ini sangat pengaruh terhadap tim, bagaimanapun dukungan suporter sangat kami harapkan. Tetapi mau bagaimana lagi, kami harus hormati keputusan dari federasi. Harapannya kami bisa motivasi pemain untuk tampil lepas meski tanpa penonton nantinya,” tegasnya.