Isu Persija Disetting Juara dan Belajar Kasus Bhayangkara FC Musim Lalu, Ini Kata Eks Pelatih PSM

PSM Makassar di ambang juara Liga 1 musim 2018.

Dengan sisa empat laga sisa, PSM Makassar masih memimpin klasemen Liga 1 dengan keunggulan 4 poin atas Persija dan Persib Bandung.

Namun fans PSM jangan senang dulu.

Penantang terkuat PSM saat ini adalah Persija.

Klub ibu kota ini masih menyiskan lima laga setelah laga kontra Persela Lamongan ditunda.

Mantan kiper PSM Makassar era 1970-1980-an, Johannes Deong (65), menilai, meski sudah di jalur juara Liga 1 Indonesia 2018, namun posisi Tim Juku Eja, masih teracam oleh Persija Jakarta.

Ancaman itu datang dari selisih laga terakhir.

Seperti 16 klub peserta Liga 1 Gojek, PSM masih menyisakan 4 dari 34 total laga.

Sedangkan Persija Jakarta, masih harus melakoni 5 laga tersisa hingga akhir liga musim ini, 9 Desember 2017.

Posisi 1 laga sisa bagi Persija ini, oleh Deong dinilai harus diwaspadai PSM.

“Ini sama dengan musim lalu. Jangan sampai ini salah satu ‘settingan’ untuk menjadikan The Jak, juara musim ini” kata Deong di kantor UPT Samsat Bapenda Sulsel, Jl AP Pettarani, Senin (12/11).

Musim 2017 lalu, kala Bhayangkara FC jadi juara, banyak kejadian aneh jelang akhir musim yang dinilai menguntungkan satu klub.

Bhayangkara FC yang kala itu main imbang lawan Mitra Kukar, justru mendapat tambahan tiga poin dari pengelola liga atas rekomendasi Komisi Disiplin PSSI.

Bhayangkara yang ada di papan tengah klasemen sementara, langsungnaik tiga besar setelah Komdis mencap Mitra Kukar menyalahi aturan kerena memainkan pemain bermasalah, sementara surat penyampaiannya datang sebelum laga dari sanksi awal.

Dengan sanksi itu, justru merugikan posisi Bali United dan PSM Makassar yang saat itu berburu juara musim 2017. Bali yang sudah pesta juara pun protes.

“Dengan pola permainan dan dua hasil terakhir, saya lihat PSM harus menang di 3 laga kandang, kalau slip satu laga peluang itu hilang,” kata Deong, yang satu dekade terakhir jadi kurir dokumen kendaraan untuk menyambung hidup.

Bagi Deong, Jumat (16/11) mendatang, tak ada pilihan lain, selain harus mengalahkan Persija di Mattoanging, lalu membungkam Bali United dan PSMS Medan di dua laga terakhir.

PSM Makassar masih kokoh di puncak klasemen Liga 1 dengan 53 poin. Belum beranjak dari puncak kendati pekan lalu kalah 3-0 dari tuan rumah Persebaya Surabaya.

Kini tim Laskar Pinisi menatap pertandingan pekan ke-31 menghadapi Persija Jakarta. Laga kedua kesebelasan akan digelar di Stadion Mattoanging, Jumat (16/11/2018) pukul 16:30 WITA.

Laga krusial bagi kedua kesebelasan mengingat PSM dan Persija bersaing ketat dalam jalur perburuan gelar juara.

Tim yang memenangkan laga itu kian terbuka jalan juaranya.

Mantan Pelatih PSM, Syamsuddin Umar mengatakan peluang bagi Zulkifli Syukur dan kawan-kawan terbuka lebar dengan catatan menyapu bersih empat laga sisa putaran kedua.

“Poin sekarang 53. Kalau empat laga sisa disapu bersih kemenangan maka poin dipeorleh 12, ditambah 53 sehingga poin maksimal adalah 65. Saya rasa pencapaian ini sudah cukup membawa PSM juara, “ujar Syam.

Misi poin penuh itu bukan hal mustahil untuk dicapai yang penting ada tekad dan kemauan.

Ia teringat ketika membawa PSM juara era Perserikatan tahun 1992.

Saat itu tim tertua di Indonesia itu harus menunggu selama 26 tahun (sebelum 1992, PSM juara musim 1965/1966).

“Karena saat itu seluruh pemain, manajemen dan tim pelatih memang punya tekad besar, begitupun saat kita juara tahun 2000, “katanya lagi.

Momen euforia 18 tahun yang lalu bukan hal mustahil dicapai tahun ini lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulsel itu.

Ia mengutarakan PSM punya grafik permainan cukup bagus, kemudian diuntungkan tiga laga kandang dari empat laga sisa tersebut.

Alasan lainnya tak ada pemainnya dipanggil timnas, berbeda dengan pesaing terdekatnya Persib dan Persija yang harus merelakan sejumlah pemain kunci mereka.

“Dan paling penting adalah dukungan manajemen dan suporter kian optimistis menatap piala di depan mata. Puasa gelar 18 tahun bukan hal mustahil bakal disudahi musim ini.

“PSM punya basis suporter yang mampu menyalurkan energi positif bagi tim keseluruhan agar bisa meraih hasil terbaik.

Lihat saja, dimanapun PSM tanding pasti ada suporternya datang mendukung,”ia menambahkan.

Berikut prediksi siapa juara Liga 1 menurut Johannes Deong

Untuk menepis isu settingan Persija juara, PSM wajib memenangkan laga kontra Persija pekan ini.

Kemenangan berarti selisih poin menjadi tujuh dan bisa menjadi motivasi skuad PSM menghadapi tiga laga sisa.

Tapi Persija jangan dipandang enteng.

PSM dan Persija sama-sama mengantongi hasil minor di laga terakhir.

PSM dipermalukan Persebaya 0-3.

Sementara Persija ditahan imbang tamunya PS Tira 0-0.

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra, sudah melupakan hasil seri lawan PS Tira pada laga pekan ke-30, akhir pekan lalu.

Bermain di hadapan ribuan suporternya, Ismed Sofyan dan kawan-kawan gagal meraih poin sempurna 3 untuk terus memberikan tekanan kepada pemuncak klasemen, PSM Makassar.

Saat ini, Persija masih terpaut 4 poin dari PSM. Tapi, Persija memiliki keunggulan satu laga tunda melawan Persela Lamongan.

Dengan modal lima laga sisa, Stefano Cugurra sangat optimistis tim besutannya akan mengangkat trofi juara di akhir musim.

Untuk mewujudkan target juara itu, pelatih yang akrab disapa Teco ini langsung menggenjot latihan pemainnya, Senin (11/11/2018).

Latihan keras ini sebagai persiapan untuk menghadapi laga sangat krusial melawan PSM di Stadion Mattoanging, 16 November 2018 nanti.

Hasil laga ini akan ikut menentukan tim yang berpeluang besar juara. Jika Persija gagal meraih poin, maka PSM sangat berpeluang juara, karena selisih poin menjadi 7.

Tapi di mata Teco, kans juara masih terbuka untuk beberapa tim.

Selain PSM dan Persija, masih ada Persib Bandung dan juara musim lalu Bhayangkara FC.

“Selain Persija, beberapa tim lain juga punya kans yang sama, untuk itu kami harus bekerja keras di setiap pertandingan,” ujar Teco, sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Persija.id.

Pelatih asal Brasil itu menambahkan, pihaknya sudah melakukan evaluasi menyeluruh dengan staf pelatih setelah hasil kurang maksimal pada laga terakhir.

“Intinya, kami sudah mencatat semua. Kekurangan di pertandingan sebelumnya akan kami perbaiki dan dijadikan bahan untuk pertandingan selanjutnya,” tandas Teco.

Menurut Teco, jika ingin mendapatkan poin di Makassar, Persija harus bekerja ekstra keras.

“PSM adalah tim yang bagus, tidak banyak perubahan di musim lalu, pelatih juga sama, mereka mempunyai team-work yang bagus,” katanya.

Komposisi pemain PSM, terutama pada starting eleven, memang tidak banyak berubah dibandingkan kompetisi musim lalu.

Perubahan mencolok hanya di jantung pertahanan PSM.

Setelah Hamka Hamzah pindah klub, PSM mendatangkan Abdul Rahman untuk duet bersama Steven Paulle.

Di lini depan, pelatih Robert Rene Alberts punya alternatif untuk Ferdinand Sinaga, karena hadirnya Guy Junior di awal musim.

Komposisi tim kepelatihan PSM juga praktis tidak berubah.

Robert tetap didampingi asisten Bahar Muharram, Syamsuddin Batola, dan Herman Kadiaman. (*)