Bima Sakti Butuh Pemain Timnas Indonesia Bermental Kuat untuk Menghadapi Thailand

Kemenangan Timnas Indonesia atas Timor Leste pada laga kedua Grup B Piala AFF 2018, Selasa (13/11/2018), tak lepas dari kontribusi besar deretan pemain senior yang masuk di babak kedua sebagai pemain pengganti.

Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti, mengakui butuh pemain-pemain bermental kuat saat menghadapi Thailand di laga ketiga seperti ketika Tim Garuda bangkit di laga kontra Timor Leste.

Sempat tertinggal lebih dulu dari Timor Leste, Timnas Indonesia akhirnya mengalahkan Timor Leste 3-1 pada pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Masuknya Riko Simanjuntak dan Stefano Lilipaly, yang akhirnya memiliki koneksi apik dengan Andik Vermansah dan Alberto Goncalves, membawa Tim Garuda menang.

Bicara soal perihal pemain senior yang berkontribusi besar dalam mengejar keunggulan lawan di laga kontra Timor Leste, Bima menyebut mentalitas pemain memang menjadi satu faktor penting yang menentukan permainan.

Bima mengakui ia membutuhkan pemain dengan mentalitas kuat ketika menghadapi laga ketiga kontra Thailand.

“Yang pasti saya memang membutuhkan pemain dengan kekuatan mental yang baik. Pemain senior memang memiliki nilai lebih karena mereka memiliki pengalaman yang mungkin belum dirasakan pemain muda,” ujar Bima.

Bima menekankan fokus terhadap pertandingan menghadapi Thailand adalah hal yang terpenting bagi Timnas Indonesia saat ini.

“Kami harus fokus menghadapi Thailand. Mereka bermain di kandang dan mereka juga merupakan tim yang kuat di ASEAN. Kami perlu kerja keras dan fokus untuk memperbaiki organisasi pertahanan. Bukan hanya pemain bertahan, tapi semua pemain secara kolektif,” tegas Bima.

Timnas Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dalam klasemen sementara Grup B Piala AFF 2018 dengan tiga poin dari dua laga. Sementara Thailand berada di peringkat pertama, juga dengan tiga poin, tetapi baru memainkan satu laga, yaitu saat menang telak 7-0 atas Timor Leste, Jumat (9/11/2018).