Wakil Edy Rahmayadi Akui Kondisi Finansial PSSI sedang Tidak Sehat

Acara drawing Piala Indonesia yang dilakukan pada Sabtu 9 November kemarin, sekaligus sebagai perkenalan atas hadirnya sponsor baru. PSSI sebagai panitia, resmi mengikat kerja sama dengan sponsor berupa produk minuman berenergi itu selama berlangsungnya Piala Indonesia.

Tak pelak, kehadiran sponsor dengan dana melimpah itu pun membuat beban keuangan PSSI bisa sedikit hemat dalam operasional. Tak hanya pengeluaran perihal perangkat pertandingan, PSSI juga masih menanggung besaran subsidi kepada 128 klub yang ikut serta mulai babak awal hingga final nanti.

“Kami tentu menyambut dengan baik atas hadirnya sponsor untuk Piala Indonesia,” beber Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto kepada jurnalis di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (11/11/18) sore.

“Pengaruhnya pasti ada, seperti subsidi. Dengan sponsor baru, ya sebagai suplemen bagi panitia untuk melangsungkan turnamen dengan baik,” figur yang sekaligus CEO Arema FC itu menambahkan.

Ia juga menyiratkan, bahwa molornya drawing babak 64 besar disebabkan oleh belum tercapainya kesepakatan antara PSSI sebagai pihak panitia, dengan sponsor sebagai penyandang dana.

“Tidak juga, karena hanya masalah waktu saja,” tandas manajer yang membawa Persik Kediri meraih trofi juara Liga Indonesia tahun 2003 dan 2006 silam tersebut.

Namun di sisi lain, IB juga membenarkan jika memang kondisi finansial PSSI memang sangat butuh asupan dana segar. Organisasi sepak bola yang dipimpin Edy Rahmayadi itu masih terbelit banyak utang yang menyebabkan beban finansial menjadi terganggu.

“Teman-teman media juga tahulah, bahwa kondisi finansial PSSI juga tidak bagus-bagus amat. Masih banyak tanggungan-tanggungan yang harus diselesaikan,” pungkasnya.