Teco Gelisah Persija Jakarta Tidak Punya Stadion Selama Dua Musim

Pelatih Persija Jakarta, Stefano Cugurra alias Teco, mengeluhkan kondisi timnya yang tidak memiliki stadion sebagai kandang dalam dua musim terakhir atau selama menukangi tim berjuluk Macan Kemayoran itu.

Menurut Teco, ketidak pastian stadion ini membuat Persija harus bekerja dua kali ketika menggelar laga tandang. Hal itu termasuk estimasi perjalanan yang tidak dirasakan tim lain.

“Tidak mudah buat tim yang tidak punya stadion. Tim yang punya stadion pasti lebih siap, tidak butuh adaptasi. Sedangkan Persija harus adaptasi sama lapangan,” kata Teco dikutip dari BolaSport.com.

“Saya bilang, tak mudah waktu kami main di Bantul tidak mudah buat tim karena kami kehilangan satu hingga dua hari buat pergi dan pulang ke Bantul,” ujar Teco menambahkan.

Di musim ini, Persija sudah lima kali berpindah stadion ketika menggelar laga kandang. Dari lima laga kandang itu, dua di antaranya berlokasi di Jakarta, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion PTIK.

Tiga laga kandang lainnya digelar di luar Jakarta, yakni Stadion Sultan Agung di Bantul, Stadion Pakansari di Kabupaten Bogor, dan Stadion Patriot Chandrabhaga di Kota Bekasi.

Sebenarnya, Persija mendapat angin segar ketika Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih 2017, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, berjanji akan membangun stadion baru.

Namun hingga saat ini, tanda-tanda realisasi janji tersebut belum terlihat. Melihat hal ini, Teco mengaku tidak berharap banyak dan justru berharap bisa menggunakan SUGBK.

“Saya orang bule, orang Brasil, tak mungkin menungu 10 tahun dan memegang tim. Saya harus selalu melihat situasi tim, mereka (Persija) akan main di mana dan kami harus kasih semangat ke pemain,” kata Teco

“Mudah-mudahan, kami bisa pake GBK (Stadion Utama Gelora Bung Karno) dan Patriot, pada laga kandang sisa. Pasti itu lebih bagus buat suporter, karena lebih dekat untuk memberikan support kepada tim,” ujar Teco.

Di musim ini, Persija masih menyisakan tiga laga kandang melawan Persela Lamongan, Sriwijaya FC, dan Mitra Kukar. Laga kandang itu harus dimanfaatkan Persija yang kini sedang bersaing meraih gelar juara.

Hingga pekan ke-30, Persija berada di peringkat kedua klasemen dengan koleksi 49 poin dan tertinggal empat angka dari PSM Makassar yang berada di puncak. Persija mempunyai keuntungan karena baru memainkan 29 laga. (Muhammad Rabbani)