PSM Berharap Tidak Ada Kejadian ‘Aneh’ Menjelang Berakhirnya Kompetisi

Pelatih PSM Makassar, Robert Rene Alberts berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian ‘aneh’ menjelang berakhirnya kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak seperti yang menimpa sepak bola Indonesia musim lalu.

Ada beberapa kejadian yang disoroti oleh juru taktik asal Belanda ini menjelang berakhirnya kompetisi musim 2017, di antaranya penambahan poin untuk Bhayangkara FC dan pergantian wasit yang dilakukan secara mendadak.

Kondisi tersebut yang dianggap cukup berperan di balik kegagalan tim berjuluk Juku Eja ini untuk merengkuh gelar juara, sekaligus membantah jika timnya tergelincir di detik-detik akhir kompetisi

“Saya rasa kita tidak terpeleset musim lalu, tapi ada kejadian yang cukup aneh terjadi musim lalu. Salah satunya adalah pergantian wasit sebelum kick-off,” kata Robert Alberts.

“Ini tidak diperbolehkan sesuai dengan aturan, dan sampai sekarang kita tidak menerima jawaban resmi terkait dengan itu, dan saya berharap itu tidak terjadi musim ini lagi,” tegasnya.

PSM memang nyaris menjuarai kompetisi Liga 1 2017, bersama Bali United dan Bhayangkara FC, mereka kejar mengejar untuk meraih posisi puncak. Namun akhirnya PSM finis di posisi ketiga dengan hanya terpaut tiga poin dari Bhayangkara FC yang menjadi juara.

“Bukan tim yang terpeleset, tapi hal-hal yang terjadi di sekitarnya, yang menyebabkan aneh, tiba-tiba ada tim yang dapat poin ekstra, banyak hal yang terjadi musim lalu,” tambahnya.

Karena itu, untuk musim ini Robert mengaku akan lebih fokus untuk mempersiapkan timnya demi meraih hasil positif di sisa kompetisi sehingga bisa mewujudkan apa yang menjadi target.

“Makanya saya bilang kita fokus dari pertandingan ke pertandingan lain karena kita tidak tahu apa yang bakal terjadi, namun tekad dari pelatih dan pemain sangat kuat untuk menjadi juara,” tandasnya.