95 Tahun Persis Solo: Klub Bersejarah dari Kasusunan Surakarta

Persatuan Sepak Bola Indonesia Solo yang dikenal dengan Persis Solo berulang tahun ke-95 tepat pada tanggal 8 November. Persis merupakan salah satu klub tertua di Indonesia.

Persis Solo didirkan oleh Sastrosaksono dari klub Mars dan R. Reksodiprojo dari klub Romeo. R. Reksodiprojo pada tahun 1923. Mereka mendirikan bond sepak bola Solo dengan nama Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB)

.Pada awal berdiri, Persis memang menggunakan nama Belanda. Nama Belanda memang lazim digunakan oleh bond-bond yang lahir pada masa kolonial. Hal tersebut tak lain karena pemerintahan Belanda kerap mengawasi pergerakan pribumi.

Nama VVB menjadi Persis Solo berkat Soemokartiko. Persis menjadi tujuh bond nasionalis yang turut membidani lahirnya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia (PSSI) di Societat Hadiprojo, Yogyakarta, tahun 1930.

Persis merupakan klub kuat Indonesia pada era 1930-an. Bersama dengan PSIM Yogyakarta dan VIJ (sekarang Persija Jakarta), Laskar Sambernyawa kerap bersaing memperebutkan gelar kampeonturnoi PSSI di era itu.

Peninggalan Persis sebagai klub kuat tempo dulu tersaji dari jumlah gelar juara yang diraih. Klub yang identik dengan warna putih dan merah sudah mengoleksi gelar juara sebanyak 6 kali (1935, 1936, 1939, 1940, 1941, dan 1942).

Setelah era 1930-an, prestasi Persis meredup. Saat PSSI menggulirkan kompetisi tahun 1951 atau setelah lima tahun setelah kemerdekaan, Persis kalah bersaing dengan Persija, Persebaya, Persib, PSM, dan PSMS.

Sama seperti Genoa di Italia, Persis seolah meredup saat kompetisi sepak bola memasuki alam kemerdekaan dan lepas dari masa Perang Dunia.

Berusaha bangkit dan bersinar kembali

Meredupnya sinar Persis Solo coba dihilangkan pada masa modern ini. Usia 95 tahun merupakan usia yang terbilang senior untuk ukuran klub sepak bola.

Lama terpuruk di divisi bawah, membuat manajemen dan supporter setia Persis, Pasoepati berupaya sekuat tenaga mengembalikan tradisi kejayaan masa lampau klub.

“Kami dari suporter berdoa agar Persis Solo tahun depan bisa berjuang keras, agar bisa berlaga di kasta tertinggi liga,” kata Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, dilansir dari Tribun Solo, Kamis (8/11/2018).

Musim ini Persis memang gagal melangkah ke Liga 1. Tapi setidaknya klub siap berbenah untuk menyongsong kembalinya Persis ke kasta utama. Hal yang paling dirindukan dari rakyat Kasusunan Surakarta dalam dekade modern ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*