Pentolan Bonek Ingin Suporter Rival Hadir ke Markas Persebaya Musim Depan

Pendukung Persebaya Surabaya, Bonek, mulai menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan kepada tim Bajul Ijo. Tidak ada lagi pelanggaran regulasi yang mereka lakukan dalam pertandingan.

Hal itu setidaknya terlihat saat Persebaya menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (4/11/2018). Dalam laga yang dihadiri 50 ribu penonton itu, Bonek bahkan menampilkan berbagai koreo untuk menunjukkan kreativitas.

Demikian halnya pelemparan botol yang biasa mereka lakukan untuk ‘menyambut’ kedatangan pemain tim rival, kini sudah tidak terjadi. Panpel memang berusaha keras melarang seluruh penonton tidak membawa botol minuman. Namun, tetap saja ada cara untuk memberi tekanan kepada Persija.

Satu di antaraya adalah koreo dengan tulisan “Kami Bersama Kamu” dengan logo Persib Bandung, yang tak lain rival Persija. Belum lagi ada kalimat dengan nada kurang menyenangkan menggunakan aksara Jawa dalam spanduk lain.

Namun, nyanyian rasis tidak berkumandang karena sudah diingatkan pertandingan bakal dihentikan jika itu terjadi. Mereka menggantinya dengan chants berlirik “Ayo Persebaya Bikin Malu Anak Papa” dan “Macannya Jadi Kucing”.

Panpel Persebaya bisa dibilang melakukan tekanan terselubung kepada Persija. Mereka menyetel beberapa lagu Via Vallen saat sebelum dan turun minum untuk menyindir striker Marko Simic, yang sempat bermasalah dengan pedangdut ternama itu.

Meski berbagai perubahan telah dilakukan, Bonek tetap berusaha memberi tekanan kepada Macan Kemayoran tanpa melanggar regulasi. Hanya, sekali lagi, suporter tim rival atau Persija masih belum bisa hadir karena tidak mendapat kuota tiket.

Regulasi
Dengan perubahan ini, Bonek berusaha menunjukkan cara yang elegan saat menjamu tim rival. Pentolan Bonek, Andie Peci, menginginkan tidak ada lagi suporter rival, Persija atau Arema FC, yang tidak mendapat kuota tiket untuk musim depan.

“Keputusan tidak memberi kuota tiket kepada suporter tamu seperti itu malah menunjukkan panpel tidak bisa menyambut tamu. Padahal, kami semua sekarang sudah berubah. Dalam regulasi Liga 1 pun seharusnya nanti akan ada perubahan,” kata Andie kepada Bola.com.

Ketentuan tiket untuk suporter tamu memang sudah diatur dalam Regulasi Liga 1 2018 pada pasal 45. Pada ayat 2, dicantumkan setiap klub tuan rumah wajib memastikan dan menjamin ketersediaan akses untuk suporter tamu.

Hal itu kemudian diperjelas dalam ayat 6 yang mewajibkan klub tuan rumah menyediakan sekurang-kurangnya lima persen dari total kapasitas stadion untuk suporter tamu. Namun, ketentuan ini dipertimbangkan apabila terdapat alasan keamanan.

Ayat 6 itu selama ini menjadi bernilai ganda. Di satu sisi mewajibkan tuan rumah memberi akses suporter tamu, di sisi lain juga bisa digunakan untuk melarang kedatangan mereka.

Andie menilai penerapan ayat ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Seharusnya penjelasan mengenai pertimbangan keamanan itu tidak lagi dicantumkan supaya tidak menjadi dalih bagi klub tuan rumah.

Sepak Bola Milik Masyarakat
“Konflik antarkelompok suporter itu diciptakan manusia, jadi manusia pun harus bisa meredamnya. Lain halnya dengan bencana alam yang memang sudah diatur Yang Mahakuasa. Saya kira regulasi seperti itu malah membuat hubungan antarsuporter kurang harmonis,” tutur Andie.

“Seperti semua tahu, dulu The Jakmania bisa hadir ke Surabaya dengan nyaman. Aremania bahkan juga pernah bisa masuk ke Stadion Tambaksari (Gelora 10 November). Artinya, hubungan kami itu pernah mencair dan tidak dalam masalah,” imbuhnya.

Sikap tertib dan rapi yang ditunjukkan Bonek ini bisa menjadi bukti sekaligus modal untuk bisa mencairkan hubungan suporter lain. Meski begitu, masih belum ada jaminan Bonek bisa menyambut dengan ramah kedatangan The Jakmania atau Aremania.

Hubungan panas Bonek dengan dua kelompok suporter itu sebenarnya bisa kembali mencair. Dengan catatan, manajemen klub tamu tidak lagi melarang suporternya datang ke markas stadion lawan.

Namun, tetap saja dibutuhkan pembinaan dari manajemen klub yang ditujukan kepada seluruh suporter. Cara itu sudah ditempuh Persebaya dengan membuat Divisi Hubungan Suporter yang kini mulai menunjukkan hasil.

“Jangan berpikir masalah ini hanya menjadi urusan dan domain suporter. Semua pihak mulai federasi, manajemen klub, panpel, hingga keamanan harus mau melakukannya secara bersama-sama,” ujar Andie.

“Saya ingin musim depan tidak ada lagi pelarangan kedatangan suporter tamu. Semuanya dipersilakan hadir karena sepak bola ini milik masyarakat umum. Dengan catatan itu tadi, semua pihak harus mau bekerja sama, bukan hanya suporter,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*