Jadi Gelandang Bertahan Arema, Bagas Adi Teringat Masa Kecil

Arema FC sedang menggali semua potensi yang ada pada pemainnya, seperti yang terjadi pada Bagas Adi Nugroho. Mantan kapten Timnas Indonesia U-19 tersebut mendapatkan peran baru, jadi gelandang bertahan saat melawan Bhayangkara FC (24/10/2018).

Itu merupakan posisi ketiga yang didapatkan Bagas. Sebelumnya, dia ditugasi sebagai stoper dan bek sayap kiri. Semua posisi tersebut bisa diperankan dengan baik oleh Bagas.

“Dulu saya pernah main sebagai gelandang bertahan waktu masih duduk di bangku SD. Tapi, waktu latihan di Arema beberapa waktu lalu saya pernah dapat peran itu karena di tim saya waktu itu ada Mas Pur (Purwaka Yudi) dan Wamiau,” kata Bagas.

Saat melawan Bhayangkara, itu jadi laga resmi pertamanya turun sebagai gelandang jangkar. Sekilas, Bagas seperti cepat melakukan adaptasi.

“Saya merasakan masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki ketika jadi gelandang bertahan. Dalam hal positioning ketika Arema menguasai bola, misalnya. Saya juga belum terbiasa mengatur ritme,” jelasnya.

Saat melawan Bhayangkara, Bagas juga dapat tugas lain dari pelatih Milan Petrovic, yakni mengawal playmaker, Paulo Sergio. Ketika pemain asal Portugal tersebut membawa bola, Bagas selalu menempelnya.

Tugas itu bisa dijalankan dengan baik oleh Bagas sehingga Paulo tak bisa mencetak atau memberikan asist kepada striker Bhayangkara FC.

“Tapi, sebenarnya saya agak keteteran. Mungkin kalau sudah biasa tidak akan terasa lelah,” jelas pemain 21 tahun itu.

Pada laga itu, Milan Petrovic memang tidak punya banya pilihan di posisi gelandang bertahan karena Hendro Siswanto dan Hanif Sjahbandi berkutat dengan cedera. Sedangkan gelandang senior lainnya, Juan Revi, sudah dipinjamkan Arema ke Semen Padang.

“Bagas pemain muda dengan penuh talenta karena dia bisa bermain bagus di beberapa posisi. Kelebihannya tetap kuat dalam bertahan dan duel dengan lawan Karena itu dia bisa memerankan gelandang bertahan,” kata Milan.