Striker Borneo Menjelma sebagai Predator

STRIKER Borneo FC Matias Conti mulai menunjukkan kemoncerannya. Dari delapan laga, dia sudah membukukan enam gol. Torehan itu sudah menyamai catatan yang lebih dulu dibukukan Lerby Eliandry dan juru gedor asing Pesut Etam pada putaran pertama, Marlon da Silva.

Pelan namun pasti, Conti menjelma sebagai predator mematikan andalan Pesut Etam. Dia sukses menggantikan peran Marlon yang sebelumnya sempat mencuri perhatian. Disebut moncer, Conti mengaku senang. Namun, dia ikut kecewa di laga terakhir kontra PSM. Meski sukses membobol gawang lawan, golnya tak cukup menghindarkan tim dari kekalahan.

“Siapa pun striker pasti senang bisa cetak gol, termasuk saya. Tapi, kalau tim kalah, saya ikut sedih dan kecewa,” ucap Conti.

Kekalahan dari PSM disebutkan Conti jadi pelajaran. Dia tetap bertekad untuk menambah gol di laga berikutnya. “Musim ini saya punya target minimal bisa cetak sepuluh gol. Saya mau kasih kemenangan untuk tim di setiap pertandingan,” imbuhnya.

Masuk di putaran kedua, perolehan gol Conti memang belum bisa bersaing dengan top scorer sementara David da Silva (Persebaya/16 gol), Fernando Ortega (Mitra Kukar/15), dan Ezechiel Ndouasel (Persib Bandung/14). Namun, menilik capaiannya sejauh ini, bukan tak mungkin bisa lebih moncer. (*/abi/ndy/k16/jpg)