3 Pemain Potensial Milik Arema Menurut Adam Alis

Perlahan tapi pasti, Arema mulai konsisten meraih poin. Terbaru, tim Singo Edan membawa satu angka dari kandang Bhayangkara FC, Rabu (24/10/2018).

Duel kedua tim yang digelar di Stadion PTIK itu berakhir 0-0. Hasil tanpa gol tersebut membuat pemain Singo Edan merasa puas. Ini merupakan poin pertama dalam lima laga tandang terakhir.

Terakhir, Singo Edan berhasil memetik poin penuh saat melawan Sriwijaya FC di Palembang pada 21 Juli. Setelah itu Arema selalu takluk di kandang lawan.

Dalam laga melawan Bhayangkara FC, skuat Arema memberikan perlawanan. Meski menurunkan banyak pemain bertahan, ketika berhasil menguasai bola, mereka tidak membuat waktu untuk menyerang. Sepuluh menit jelang bubaran, Arema mengganti Bagas Adi yang difungsikan jadi gelandang bertahan dengan M. Rafli yang merupakan gelandang serang.

Dalam laga ini, Arema juga kembali mengandalkan pemain-pemain lokal. Hanya ada dua pemain asing, yakni Makan Konate dan Arthur Cunha.

Gelandang Bhayangkara FC yang juga mantan pemain Arema, Adam Alis, memberikan pendapat soal pemain-pemain lokal di Arema.

Meski Arema tengah berjuang lepas dari papan bawah, Adam melihat mantan timnya itu masih punya prestasi lain, yakni mengorbitkan pemain muda. Menurut pemain asal Jakarta tersebut, ada tiga calon pemain penting Arema. Siapa saja?

Dedik Setiawan
Perkembangan striker Arema yang satu ini dinilai paling pesat. Dedik baru direkrut pada perrtengahan musim 2016 dari tim kasta kedua Persekam Metro FC.

Baru jadi pemain inti musim ini, Dedik sudah berhasil menembus Timnas Indonesia. Pasca pemanggilan timnas tersebut. Adam melihat ada perubahan dari karakter bermain mantan rekannya tersebut.

Berbeda dengan dua musim sebelumnya, Dedik lebih banyak jadi cadangan. Namun kesempatan main yang lebih banyak pada musim ini membuatnya bisa mengeluarkan semua potenai yang dimiliki.

Kini pemain 24 tahun itu juga jadi pencetak gol terbanyak Arema dengan koleksi 8 gol. Itu tak lepas dari tidak adanya penyerang asing yang dimiliki Singo Edan pada putaran kedua.

Penyerang asal Brasil, Thiago Furtuoso yang dikontrak pada awal musim juga sudah dilepas karena sering cedera. Keputusan itu membuat Dedik selalu jadi pilihan utama.

Ketika dapat posisi sebagai targetman, Dedik bisa menjawabnya dengan gol-gol yang sudah dicetak dalam 23 kesempatan bermain. Padahal sebelumnya dia lebih banyak diturunkan sebagai pemain sayap.

Muhammad Rafli
Pemain kedua yang dianggap punya potensi yakni Muhammad Rafli. Jebolan ASIFA Malang dan Timnas Indonesia U-19 itu beberapa kali tampil brilian baik sebagai gelandang serang atau bertahan. Padahal posisi aslinya adalah striker.

Meski dapat posisi baru, pemain 19 tahun ini tetap bisa memperlihatkan skill yang dimiliki. Meski tidak selalu jadi pemain inti, saat masuk sebagai pengganti dia bisa membawa perubahan dan membuat Arema bermain lebih menyerang.

“Dia punya skill dan ketenangan di usia yang masih muda,” kata Adam.

Mereka pernah bersama musim lalu di Arema, sehingga Adam tahu betul kualitas Rafli. Musim lalu saat jarang dapat kesempatan bermain, Rafli juga tidak keberatan turun tingkat dengan bermain di tim Arema U-19. Artinya, demi kesempatan bermain, Rafli tidak gengsi untuk turun kasta.

Pada musim ini, dia dapat kepercayaan bermain dalam 12 pertandingan. Sayangnya, Rafli sempat dapat kritikan ketika melakukan kesalahan saat melawan PSM Makassar pada 14 Oktober lalu.

Beberapa menit sebelumnya dia jadi pahlawan dengan memberikan assist untuk menyamakan kedudukan. Tapi setelah itu Rafli gagal mengamankan bola dan membuat Guy Junior menjebol gawang Arema sekaligus memberikan kekalahan untuk timnya.

Nasir
Agak mengejutkan memang ketika Adam menilai Nasir sebagai calon pemain penting Arema. Pemain sayap kiri itu musim ini baru dapat kesempatan main dalam dua pertandingan. Semuanya jadi pengganti. Jika ditotal, dia hanya bermain dalam 59 menit.

Tapi Adam melihat saat Nasir bermain, dia selalu tampil bagus. Seperti saat melawan Bali United pekan lalu (20/10/2018). “Nasir memang jarang main, tapi dia tampil bagus saat dapat kesempatan. Tinggal menunggu kesempatan datang saja,” lanjutnya.

Di posisi sayap kiri, Nasir memang punya banyak saingan. Seperti Rivaldi Bawuo, Ridwan Tawainella, dan Jefri Kurniawan. Semua pemain itu lebih senior ketimbang Nasir. Sehingga pemain 23 tahun itu harus bersabar menanti kesempatan.

Sama seperti Dedik dan Rafli, Nasir merupakan pemain yang dikontrak Arema sejak musim lalu. Adam paham betul dengan kemampuan Nasir. Saat membawa bola, pemain asal Tuban itu punya gocekan bola yang lengket.

Panggilan Timnas Indonesia U-23 juga sempat didapatkannya pada musim lalu. Sayangnya pada awal musim ini Nasir sempat mengalami cedera patah tulang metatarsal di kaki kanan dan harus istirahat tiga bulan. Kini Nasir sudah pulih dan Adam memprediksi dia bisa dapat kesempatan bermain lebih banyak.