Gelandang PSMS Medan Kecewa Akhiri Musim Lebih Cepat

Putaran kedua Liga 1 2018 menjadi masa tidak menyenangkan bagi Suhandi. Di saat ingin memberikan pembuktian kepada pelatih Peter Butler, gelandang PSMS Medan ini justru harus mengakhiri musim lebih cepat.

Suhandi sempat menjadi pilihan utama di putaran pertama di bawah komando Djadjang Nurdjaman. Namun sejak Peter Butler datang, perlahan dirinya mulai tersingkirkan.

Kesempatan unjuk gigi diperoleh Suhandi kala menjamu Mitra Kukar, Selasa (23/10). Suhandi masuk menggantikan Antoni Putro Nugroho pada menit ke-30. Namun enam menit berselang, ia ditarik keluar akibat mendapat cedera patah tulang fibula akibat dilanggar Bayu Pradana.

“Saya ingin tunjukkan [kemampuan], karena selama ini tidak pernah dapat kesempatan. Begitu dapat, malah cedera. Baru dua kali sentuhan bola. Bayu sudah datang, dia minta maaf. Katanya dia tidak niat mencederai. Ya mau bagaimana lagi sudah terjadi. Mau emosi atau marah pun enggak ada gunanya,” tutur Suhandi.

“Sudah banyak kawan juga yang cedera begini. Mudah-mudahan bisa lebih cepat penyembuhannya. Doakan saya cepat kembali.”

Dokter tim Indra Terjadi mengatakan, Suhandi telah menjalani operasi pasang pen agar lebih aman dan stabil untuk engkelnya, sehingga dipastikan tidak tampil di sisa musim ini.

“Dirawat dua hari di rumah sakit, selanjutnya rutin melakukan fisioterapi. Penyembuhan tergantung pertumbuhan tulang Suha. Estimasi tiga bulan tulang sudah tumbuh mengikat patahan,” jelas Indra. (gk-71)