Bagi Gelandang Arema, Bersua Awak Media Lebih Menegangkan ketimbang Bertanding

Gelandang muda Arema FC, Jayus Hariono, sedang naik daun. Pemain 21 tahun ini bakal kembali jadi starter ketika pertandingan melawan Bhayangkara FC, Rabu (24/10/2018), di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, pada pekan ke-27 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak. Untuk kali kedua, Jayus jadi wakil pemain Arema dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Pada Selasa siang (24/10/2018), di salah satu ruangan Stadion PTIK, mantan pemain Persekam Metro FC tu menjawab setidaknya tiga pertanyaan dari awak media.

“Bagi saya, konferensi pers ini lebih menegangkan daripada main di sebuah pertandingan karena saya belum terbiasa bicara di depan media. Kalau ngobrol biasa, sebenarnya saya bisa saja. Tapi, kalau sudah di forum resmi, rasanya tegang,” kata pemain asli Kabupaten Malang itu.

Saat Arema melawan Bali United (20/10/2018), Jayus juga jadi wakil pemain Arema. Tetapi, waktu itu awak media yang dihadapi sudah sering dia temui di Malang.

Namun, jelang melawan Bhayangkara, dia harus menjawab lebih banyak pertanyaan dari media dari Jakarta.

Ketika mendapatkan pertanyaan tentang sanksi yang membuat Arema tidak bisa didampingi Aremania, Jayus sempat agak kebingungan dan harus berpikir beberapa detik.

“Waktu saya bermain di kasta kedua bersama Metro FC tidak pernah menghadapi konferensi pers. Sekarang saat membela Arema baru saya rasakan,” katanya kemudian tertawa.

Di Arema, tim pelatih selalu menggilir beberapa pemain inti untuk hadir dalam sesi jumpa pers sebelum pertandingan. Tetapi, entah mengapa dalam dua kali beruntun pelatih menunjuk Jayus.

Bisa jadi memang mereka ingin mengorbitkan gelandang bernomor punggung 14 tersebut. Maklum performanya di Arema memang sedang menanjak sehingga dia jadi salah satu bukti keberhasilan regenerasi dari sisi putra daerah Malang.