Sriwijaya FC Desak PT LIB Coret PSIS Semarang dari Liga 1

 Setelah menolak hasil pertandingan Liga 1 Indonesia melawan PSIS Semarang, manajemen Sriwijaya FC meminta operator liga mendiskualifikasi tim berjuluk Mahesa Jenar itu.

PSIS dianggap telah gagal menjadi tuan rumah melawan Sriwijaya FC. Di laga PSIS vs Sriwijaya FC, tiga kali lampu stadion mati. Manajemen Laskar Wong Kito pun menganggap hal itu menunjukkan jika PSIS tidak siap untuk laga bergengsi di Indonesia.

Sriwijaya pun mempertanyakan beberapa keputusan kontroversi wasit yang dianggap berpihak pada tuan rumah.

Manajemen SFC mendesak PT LIB untuk mencoret PSIS Semarang dari Liga 1. Panpel dianggap tidak mampu menjadi tuan rumah yang baik. Markas PSIS Semarang pun dinilai tidak layak untuk menggelar Liga 1.

“Kami meminta PSIS didiskualifikasi dari liga,” ujar Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang, Kamis (25/10/18).

Protes ke PT Liga Indonesia Baru
Asisten Manajer SFC Achmad Haris juga menyesalkan kemunduran sepak bola Indonesia. Padahal Timnas Indonesia tengah membaik, mulai dari tingkatan junior sampai senior.

Indonesia pun sukses menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Tapi, di saat negara ini berprestasi secara internasional, liga nasional malah mengalami penurunan.

“Kita minta supaya hal ini segera diperbaiki. Kita sudah menyampaikan segala protes kita pada PT LIB lewat surat,” ujarnya.

Saat lawan PSIS, Haris sudah menanyakan pada petugas jika tidak ada masalah pada mesin listrik. Itu artinya ada masalah pada lampu stadion.

Oleh sebab itulah, markas PSIS dinilai tidak layak. Sriwijaya FC meminta PT LIB harus tegas mengambil sikap dan menjadi operator liga yang adil.

4 Comments

  1. Belajar sportif saja, PSIS hingga jelang putaran kedua mulai posisi masih di Zona Degradasi tapi tetap fight sampai akhirnya lepas dari Zona Degradasi..Giliran Sriwijaya berada di bibir jurang degradasi, cari kambing hitam ke klub lain..Apakah anda sportif..??..

Comments are closed.