Pelatih Perseru Serui Kecam Panpel Barito Putera

Sejumlah insiden yang terjadi ketika Barito Putera dan Perseru Serui bermain imbang tanpa gol di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Jumat (19/10) malam WIB, mengundang amarah pelatih Kuda Laut Jingga Wanderley Junior.

Pertandingan sempat terhenti ketika Silvio Escobar yang diganjar kartu kuning kedua di menit ke-58 tetap berada di tepi lapangan permainan, meski sudah diminta wasit untuk keluar, dan masuk kamar ganti.

Sejumlah orang, termasuk petugas keamanan, kemudian menghampiri posisi Escobar berdiri dengan melewati bench Perseru. Wanderley merasa gusar dengan ulah panpel Barito Putera yang justru mengajak pemain berkelahi.

“Kalau polisi saya tahu, mereka baik-baik. Saya tidak terima ada panpel yang harusnya bisa mengontrol diri, malah mengajak pemain kami berkelahi. Ulah seperti ini bisa membuat Barito Putera hancur gara-gara kena sanksi. Saya hanya minta agar seleksi orang-orang yang berada di tepi lapangan,” cetus Wanderley.

Arsitek asal Brasil ini juga mengkritisi kinerja wasit Armyn Dwi Suryathin yang dianggap merugikan Perseru, termasuk menganulir gol Alberto ‘Beto’ Antonio De Paula menjelang babak pertama berakhir.

“Saya tidak mengerti kenapa gol itu dianulir. Tapi saya minta kepada pemain agar tetap mempertahankan konsentrasi. Kasihan pemain yang sudah bekerja keras di pertandingan, tapi ada satu orang yang tidak fair,” ujar Wanderley.

Terlepas dari itu, Wanderley mensyukuri raihan satu angka pada laga tandang. Ia juga memuji penampilan kiper Samuel Reimas yang tampil cemerlang mematahkan sejumlah peluang milik Barito Putera.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan poin. Di awal pertandingan, kami memang lebih dulu melihat situasi. Kami juga berusaha mengantisipasi kecepatan dan mencegah terjadinya bola mati,” beber Wanderley.

“Samuel memang pantas dipuji. Tapi Samuel bukan hanya di pertandingan ini saja main bagus, tapi di pertandingan sebelumnya, mungkin sejak awal musim. Saya hanya minta dia mempertahankan performanya.”