Gatot Nurmantyo Optimistis PS Tira Tak Terdegradasi

Keyakinan tinggi tidak terdegrasinya PS Tira Bantul dari Liga 1 ke Liga 2 diutarakan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo. Pria yang juga Ketua Dewan Pembina Utama PS Tira itu menyebut masih ada peluang bagi skuad The Young Warriors untuk mentas dari zona degradasi.

“Tidak-tidak, (saya) yakin (tim ini) tidak terdegradasi,” tegas Gatot Nurmantyo usai menonton langsung laga pekan ke-26 antara PS Tira melawan PSIS Semarang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul (17/10).

Sore itu, Gatot memang menyempatkan diri menyaksikan langsung perjuangan Manahati Lestussen dan kolega saat ditantang PSIS. Berada di tribun VVIP, Gatot yang didampingi Pembina PS Tira Letjen TNI Dodik Widjanarko tampak duduk bersebelahan dengan jajaran manajemen PSIS salah satunya sang manajer Setyo Agung Nugroho.

Beberapa kali keduanya tampak terlibat pembicaraan disela-sela menyaksikan langsung, termasuk ketika Manajer PSIS Setyo Agung Nugroho langsung mendekati Gatot dengan sikap menunduk serta merapatkan kedua tangannya ke dada sesaat usai Bruno Silva berhasil merobek jala gawang PS Tira di menit 42. Ya gol ekspatriat asal Brazil itu pun menjadi satu-satunya gol pada pertandingan tersebut.

“Tim ini terus berkembang, masih mencari permainan yang benar-benar bagus. Kebetulan tim lawan (PSIS) daya juang pemainnya bagus dan bisa cetak gol dari satu peluang. Sementara kami gagal memaksimalkan peluang untuk jadi gol,” jelasnya.

Ya, kekalahan tersebut membuat posisi PS Tira yang semula mentas dari zona degradasi ke posisi 15 terpaksa kembali melorot satu strip untuk berada lagi di tiga tim terbawah klasemen. Sejatinya, saat memindahkan home base tim dari semula di Stadion Patriot Candrabaga Bekasi ke Stadion Sultan Agung Bantul termasuk juga merubah nama dari PS TNI ke PS Tira, Gatot berkeingan agar tim ini bisa menjadi juara.

“Dengan skuat yang ada saat ini harus yakin bisa menjadi juara. Target kami tentunya jadi juara,” tegas Gatot usai meresmikan keberadaan PS Tira di Bantu medio Maret silam.

Perubahan komposisi pemain pun sejatinya dilakukan mengingat di putaran pertama, PS Tira memang selalu akrab di papan bawah. Termasuk juga mengganti kursi pelatih dari Rudy Eka Priyambada ke tangan Nil Maizar. Namun, hingga menyisakakan delapan laga, PS Tira sepertinya masih sulit bangkit dan ancaman turun kasta ke Liga 2 masih saja menghantui. “Masih ada delapan laga sisa dan itu semua kami anggap partai final,” tandas Nil Maizar.