Esteban Busto Merasa Kontraknya Diputus Sepihak Oleh Persebaya

Esteban Horacio Busto berencana akan mengambil langkah hukum setelah merasa kontraknya diputus sepihak oleh Persebaya Surabaya. Esteban Horacio sebelumnya pernah menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya di Liga 1 musim ini.

Namun, pada Agustus 2018, Esteban Horacio dipecat oleh manajemen klub berjulukan Bajul Ijo tersebut. Kala itu, performa buruk Persebaya menjadi alasan Esteban Horacio diberhentikan dari jabatannya.

Menurut kuasa hukum Esteban Horacio, Nicolas Johan Kilikili, kontrak kliennya bersama Persebaya masih sampai 2019. Esteban Horacio sendiri baru delapan bulan bekerja sebagai asisten pelatih klub ibu kota Jawa Timur tersebut.

“Kami berharap ada mediasi untuk penyelesaian masalah ini, itu jalan yang lebih baik. Namun, sesungguhnya saya melihat ada pelanggaran hukum terkait pemutusan sepihak Esteban dari Persebaya,” ujar Nicolas Johan dalam keterangan yang diterima wartawan.

“Dalam kontrak memang harusnya bayar sisanya. Langkah awal adalah kami akan menggugat Persebaya, bukan perorangan,” tegasnya.

Nicolas Johan menilai, kliennya tidak layak untuk dipecat dari Persebaya dengan alasan performa tim yang buruk. Dia berpendapat, Esteban Horacio seperti disalahkan, padahal ada beberapa faktor lain yang membuat Persebaya tampil menurun di Liga 1 2018.

“Kesalahan bukan mutlak di tim pelatih. Seperti di antaranya, dari 30 pemain Persebaya, 12 pemain di antarata tak dapat bermain. Padahal mereka pemain inti, dua di antaranya membela timnas,” ungkap Nicolas.

“Ada lima pemain di antaranya juga cedera. Dan, seperti diketahui, cedera atau terkena akumulasi kartu, itu di luar kendali (tim pelatih),” terangnya.

Saat ini, Persebaya dilatih Djadjang Nurdjaman, yang dibantu Bejo Sugiantoro. Esteban Horacio sempat memimpin skuat Bajul Ijo setelah Alfredo Vera dicopot dari kursi pelatih kepala.