Tekuk Bali United, Milan Petrovic Anggap Permainan Arema Sempurna

Kemenangan 3-1 berhasil dipetik Arema FC saat menjamu Bali United pada laga pekan ke-26 Gojek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (20/10/2018).

Padahal, ini merupakan laga pertama Arema tanpa penonton karena sanksi Komdis PSSI. Kemenangan ini terasa spesial karena tim yang ditaklukkan adalah tim papan atas.

Tiga gol Arema dicetak Hanif Sjahbandi (2 gol) dan Makan Konate. Sedangkan Bali United sempat memperkecil kedudukan lewat Irfan Bachdim.

Pelatih Arema, Milan Petrovic, mengakui anak buahnya sedang bermain apik. Dia juga berterima kasih kepada asistennya dan pemain karena selama persiapan dia tidak bisa mendampingi tim lantaran pulang ke Slovenia untuk keperluan keluarga.

“Hari ini Arema bermain sempurna. Pemain luar biasa sepanjang pertandingan. Setelah unggul dua gol, kami akui sempat kehilangan momen dan kebobolan. Tapi, itu hanya beberapa menit saja. Setelah itu bisa mencetak gol lagi,” jelas Milan.

Sebenarnya Arema sempat punya kendala di laga ini. Dua pemainnya mengalami cedera, yakni Rivaldi Bawuo, saat beberapa menit laga berjalan. Sedangkan babak kedua, Hanif Sjahbandi tidak bisa melanjutkan pertandingan setelah salah jatuh.

“Kami memang kehilangan dua pemain karena cedera dalam pertandingan tadi. Tapi, pemain pengganti juga bisa menutupinya dengan bermain bagus,” lanjut Milan.

Untuk mengisi hilangnya Rivaldi, Arema memainkan Nasir. Pemain ini jarang dapat kesempatan bermain. Sedangkan Hanif digantikan M. Rafli. Kedua pemain itu bisa langsung menyatu dengan tim utama sehingga Bali United tidak banyak berkembang dalam laga ini.

“Selain tim bermain bagus, kami juga bangga dengan Aremania. Meski, mereka kena sanksi tidak bisa masuk stadion, Aremania tetap ada di samping kami. Mereka memberikan dukungan dari luar dan terus bernyanyi sehingga tim merasa mereka tetap hadir memberikan dukungan,” kata Milan.

Kemenangan ini juga membuat posisi Arema naik tiga tingkat ke urutan sembilan klasemen dengan nilai 34. Misi untuk menjauh dari zona degradasi sementara ini bisa direalisasikan mengingat sebelumnya Singo Edan tidak pernah jauh dari papan bawah.