Perubahan Mendadak Bikin Bali United Oleng

Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putra mengungkapkan, perubahan mendadak membuat permainan Serdadu Tridatu tidak sesuai harapan ketika dikalahkan Arema FC 3-1 di Stadion Kanjuruhan kemarin sore.

Widodo mengatakan, Bali United awalnya mempersiapkan sejumlah pemain untuk meladeni Arema. Hanya saja, dua pemain, Nick Van Der Velden dan kiper Wawan Hendrawan, tidak bisa main.

“Kami sebenarnya sejak awal sudah berusaha mengantisipasi permainan pressing Arema. Tetapi, memang ada beberapa mis di antara pemain, jadi ke depannya kami harus perbaiki kesalahan, karena memang inilah yang ada sekarang,” jelas Widodo.

“Kami sudah mempersiapkan beberapa pemain, namun ada kendala. Saat latihan resmi, Nick mengalami cedera, dan Wawan tidak fit, sehingga kiper lain [Dicky Indrayana] kami terbangkan ke Malang. Tim kami seperti ada perubahan, karena ada dua pemain yang tidak bisa bermain secara mendadak.”

Mengenai keputusannya memilih Sutanto Tan dibandingkan Fadil Sausu yang lebih berpengalaman sebagai starter, Widodo menyatakan, hal itu disebabkan sang pemain baru saja pulih dari cedera.

“Fadil memang sedang pascacedera, sehingga saya tidak ingin mengambil risiko. Sutanto diplot di situ untuk meng-cover Konate Makan. Terbukti dia tidak bisa mencetak gol, dan kesulitan bergerak. Konate hanya bisa mencetak gol dengan tendangan bebas,” papar Widodo.

Disinggung lini depan yang kurang maksimal, dan sering salah posisi, Widodo berdalih hal ini disebabkan pressing ketat pemain belakang Arema, sehingga ada kesalahan yang dilakukan.

“Saya pikir Arema sudah mengantisipasi pergerakan [Ilija] Spasojevic dan [Melvin] Platje, termasuk Irfan [Bachdim]. Tetapi kami pikir pemain sudah berusaha, dan bisa mencetak satu gol. Kemudian ada tendangan bebas Konate yang kembali meruntuhkan mental pemain,” urainya.

Tentang kesalahan di belakang, Widodo enggan menyalahkan strateginya yang memaksa Ahmad Agung menjadi stoper dari posisi aslinya sebagai gelandang bertahan. Menurut Widodo, Ricky Fajrin yang biasa sebagai bek tengah di tim nasional tetap dimainkan di sayap dengan tujuan menjaga pergerakan winger Arema.

“Memang Ricky tidak dimainkan seperti di tim nasional, karena Arema memiliki kekuatan di sayap. Kenapa Ahmad Agung yang dimainkan di tengah? Kemarin dia bermain bagus ketika melawan Mitra Kukar bersama Agus Nova. Saya tidak tahu kenapa dia bermain di bawah form,” tutupnya. (gk-48)