Lisensi Profesional Klub Liga 1 dan Dampaknya Terhadap Timnas Indonesia

Beberapa klub Liga 1 2018 telah resmi mendapatkan lisensi profesional AFC sebelum musim berakhir. Terhitung, sebanyak enam klub telah mengantongi lisensi tersebut.

Klub-klub tersebut adalah Bali United, Persija Jakarta, Persib Bandung, Borneo FC, Arema FC, dan Bhayangkara FC. Enam klub tersebut pun dinyatakan bisa mengikuti kompetisi Liga Champions Asia atau Piala AFC musim depan, namun mereka harus lolos dari kualifikasi.

Sejumlah klub yang telah mengantongi lisensi profesional tersebut tentunya akan mendapatkan keuntungan dari beberapa aspek. Salah satunya adalah kestabilan keuangan klub.

Keuntungan tersebut nyatanya tidak hanya berdampak kepada klub. Namun klub yang memiliki lisensi profesional tersebut bisa membawa dampak besar kepada perkembangan Timnas Indonesia.

Klub-klub yang berhasil mengantongi lisensi profesional dituntut agar menjalankan program untuk pemain-pemain muda. Jika mereka tidak memiliki tim muda yang usianya 10-14 tahun atau 15-21 tahun, maka klub itu dinyatakan tak lolos verifikasi.

Lalu, bagamaina hal itu bisa membawa dampak pada perkembangan sepak bola Indonesia?

Jika seluruh klub Liga 1 sukses menjalankan program dan membina para pemain muda dengan baik, maka hal itu bisa mempercepat perkembangan Timnas.

Dengan hadirnya program tersebut, tentu akan membawa dampak besar kepada Timnas Indonesia. Karena hadirnya kompetisi berjenjang, para pencari bakat Timnas Indonesia tidak kesulitan menemukan pemain yang berpotensi menjadi bintang.

Seperti yang diketahui, Timnas Indonesia tidak memiliki penyerang haus gol setelah era Bambang Pamungkas dan Boaz solossa. Dengan adanya program wajib bagi klub yang memiliki lisensi, maka kesulitan Timnas Indonesia itu dapat diakhiri.

Namun hal itu tentunya tidak datang secara cepat dan instan. Sejumlah klub juga harus memfasilitasi pemain muda dengan baik agar bisa menampilkan bakat terbaiknya. Di sini, pemerintah pun nampaknya juga harus berperan.