Aremania Tetap ke Stadion Kanjuruhan saat Laga Menjamu Bali United

Arema FC akan menjalani laga kandang tanpa penonton pertama saat menjamu Bali United, Sabtu (20/10/2018). Seperti diketahui, Komdis PSSI sudah menjatuhkan hukuman Aremania tidak bisa mendukung tim Singo Edan di dalam stadion hingga kompetisi musim ini rampung.

Sanksi tersebut dikarenakan ulah Aremania yang turun ke lapangan saat pertandingan melawan Persebaya Surabaya (6/10/2018).

Meski begitu, Aremania tidak kehilangan akal. Ternyata mereka sudah memiliki rencana untuk tetap memberikan dukungan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang saat Arema melawan Bali United.

“Aremania sudah melakukan pertemuan pada Selasa (15/10/2018) dan membentuk panitia untuk menggelar nobar di halaman Stadion Kanjuruhan ketika melawan Bali United. Rencananya nobar di depan pintu VVIP Stadion. Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Panpel dan mendapatkan izin,” kata Awang Karta, Aremania Korwil Kanjuruhan yang menjabat sebagai humas acara nobar tersebut.

Sebagai kontribusi, nobar ini juga dikuponkan dengan biaya Rp10 ribu. Hasil dari kupon tersebut 100 persen akan diberikan kepada manajemen tim untuk membantu pemasukan.

“Sanksi dari Komdis PSSI kan membuat Arema tidak bisa mendapatkan pemasukan dari tiket pertandingan kandang. Sekarang kami ingin membantu dengan acara ini,” lanjut Awang.

Nobar ini juga diharapkan bisa tetap menghidupkan roda perekonomian di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Mulai tukang parkir hingga sponsor Arema tetap bisa mendapatkan pemasukan seperti biasanya.

“Aremania juga akan tetap bernyanyi dari luar agar pemain merasa kami selalu ada,” tegasnya.

Sejak sanksi dari Komdis turun medio pekan lalu, usulan nobar berkupon ini memang sudah mencuat karena hal ini yang paling bisa dilakukan untuk memberikan pemasukan lain kepada Arema.

Pasalnya, kerugian yang dialami manajemen sudah mencapai miliaran rupiah dengan lima laga terakhir tanpa penonton.

“Dari prediksi manajemen, pertandingan melawan Bali United dan laga terakhir lawan Sriwijaya FC jadi yang paling diminati Aremania. Tentu kami kehilangan pemasukan dari tiket. Tentu manajemen berterima kasih dengan acara pengganti yang dilakukan Aremania,” timpal General Manager Arema, Ruddy Widodo.