Toko Merchandise Bali United Coba Pikat Turis Asing

Bali United membuka toko merchandise di kawasan Seminyak, Legian, Kuta, tepatnya di Warung Made. Peresmian store merchandise original Bali United baru saja berlangsung, Sabtu 13 Oktober 2018.

Hadir di antaranya CEO Bali United Yabes Tanuri, Owner Warung Made Made Raymons, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro, dan striker Bali United, Illija Spasojevic.

Pada kesempatan itu, CEO Bali United Yabes Tanuri menjelaskan alasan mengapa membuka toko di Warung Made. Menurutnya, Warung Made merupakan rumah makan ikonik dan menjadi tujuan wisata kuliner wisatawan yang berlibur ke Pulau Dewata.

“Kita bangga menjadi bagian dari salah satu tempat yang ikonik di Bali. Kita berharap dengan membuka store di sini bisa semakin memperkenalkan Bali United kepada publik di luar Bali,” kata Yabes.

Yabes tak menampik pembukaan store Bali United di Warung Made didasari keinginan besar Serdadu Tridatu dalam menarik market internasional.

Ia berharap pernak-pernik mengenai Bali United dapat dijadikan buah tangan bagi wisatawan yang berlibur ke Bali untuk diberikan kepada sanak keluarga di rumahnya.

Bali United, kata Yabes, memiliki 17-18 item merchandise yang dijual di 20 store Bali United di seluruh Bali. dari penjualan itu, yang paling diminati sebanyak 60 persen adalah produk garment, sementara 40 persen sisanya adalah jersey.

“Kita berharap merchandise kita bisa jadi oleh-oleh buat turis, baik dalam negeri maupun mancanegara. Kita ingin semakin mendekatkan diri kepada masyarakat dan juga wisatawan,” katanya.

Menurutnya, Bali United bisa dijadikan pasar baru bagi wisatawan yang tengah berlibur ke Bali dan ingin mencari destinasi berbeda dalam konteks wisata sport.

“Kita berharap dengan pembukaan toko di sini bisa menarik wisatawan yang tengah berkunjung ke Bali. Bali United jadi lokasi kunjungan para pelancong mancanegara, itu tujuannya,” papar dia.

“Jadi, kalau ada turis mau wisata yang seru-seru, sesuatu yang berbeda selama di Bali, dia bisa pergi nonton bola dan itu adalah Bali United,” tambah Yabes.

Ia berharap dibukanya store di Warung Made yang memiliki pelanggan turis asing membawa dampak positif bagi perkembangan Bali United ke depan.

“Semoga turis yang datang makan di Warung Made juga akan pergi untuk menonton Bali United. Informasi pertandingan kita juga bisa diketahui oleh pelancong mancanegara di Warung Made,” paparnya.

Sementara Owner Warung Made, Made Raymons menegaskan antara Warung Made dan Bali United memiliki kesamaan dalam memperkenalkan Bali ke publik luas.

“Warung Made dan Bali United ini sama-sama ikon bagi Bali. ke Bali tidak makan di Warung Made tidak pas rasanya. Begitu juga tidak menonton atau membeli merchandise Bali United, liburan kita terasa ada yang kurang,” ujarnya.

Meski toko Bali United berada di areal Warung Made, Raymons menegaskan kerja sama ini dijalin atas dasar kesepakatan kedua belah pihak, bukan sewa menyewa lapak.

“Kita berharap semoga kerja sama ini membawa dampak positif bagi kedua belah pihak. Kebetulan saya juga insan sepakbola sebagai mantan manajer Bali Devata. Jadi saya punya kepedulian juga terhadap Bali United,” demikian Raymons.