Bek PSMS Medan Diharapkan Tak Mudah Menyerah Di Eropa

Pelatih PSMS Medan Peter Butler meminta bek muda Firza Andika agar memaksimalkan trial di Eropa, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan berat di benua biru.

Butler menyebutkan, Firza terlebih dulu harus memahami standar persepakbolaan Eropa. Sebab, selain faktor teknis, sisi nonteknis pun turut ambil bagian, seperti persyaratan pemain yang bukan berasal dari Eropa.

“Saya tak lihat dia untuk waktu yang lama, tapi saya tahu dia punya kualitas. Namun dia harus mengerti standar untuk Divisi Lima pun lebih tinggi dari sini. Lalu ada masalah pengurusan imigrasi. Saya sudah beberapa kali antar pemain Afrika ke Eropa, sulit dapat izin,” beber Butler.

“Mereka banyak permintaan, dan harus kerja keras setiap hari, karena mempunyai standar lebih tinggi. Tapi dia harus pergi, dan terima pengalaman seperti itu.”

Sementara itu, PSMS terancam tak diperkuat gelandang Shohei Matsunaga saat menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Gelora Jakabaring, Kamis (18/10), akibat cedera engkel. Namun menjelang berangkat ke Palembang, Matsunaga terlihat membicarakan sesuatu dengan Butler setlah latihan taktikal kemarin.

“Ada sedikit masalah dengan Matsunaga. Dia tetap berangkat, dan saya belum buat keputusan tentang dia. Tapi saya beri sedikit waktu, dan kami lihat reaksinya. Makanya tadi saya tidak mau paksakan di latihan,” jelas Butler.

“Tapi kami ada cadangan pemain yang bisa gantikan dia. Ada Erwin [Ramdani] dan Frets [Butuan]. Kami harus pergi ke sana, dan bikin pemain punya kecepatan, karena bisa membuat masalah bagi Sriwijaya.”

Butler menilai duel melawan Sriwijaya FC akan berlangsung sulit. Apalagi PSMS sempat kehilangan momentum akibat laga melawan PS TIRA mengalami penundaan. Kendati demikian, Butler yakin menuai angka penuh, karena sudah mempelajari permainan lawan.

“Sedikit kecewa kehilangan momentum, karena tidak bisa lawan PS TIRA, tapi kami harus tetap fokus tenang. Kami lihat Sriwijaya bahaya sekali di kandang. Saya buat evaluasi setelah menonton video pertandingan terakhir mereka,” pungkasnya. (gk-71)