Yuli Sumpil Diduga Mabuk Saat Arema vs Persebaya, Panpel ke Mana?

Kerusuhan aksi provokasi hingga turun ke lapangan yang dilakukan dedengkot Aremania, Yuli Sumpil, dalam laga Arema FC vs Persebaya, diduga berasal dari pengaruh minuman keras.

Alfonsius Kelvan yang merupakan kiper Persebaya mengungkapkan bahwa ia sempat mencium bau minuman keras saat mulai diprovokasi oleh Yuli Sumpil dan rekannya, Fandy.

Berawal Alfon yang menyuruhnya untuk keluar saat mulai memprovokasi, tanpa diduga Yuli Sumpil dan Fendy bukannya menjauh. Kedua dedengkot Aremania ini malah kian mendekat dan beradu mulut dengan Alfon. Jarak fisik keduanya pun tidak dapat dihindari.

Menurut cerita Alfon, kekerasan fisik seperti pemukulan pada bagian tangan hingga kekerasan verbal seperti makian dan cacian pun keluar dari mulut Yuli. Dikira akan meredam, Yuli Sumpil dan Fandy malah kian meledak.

Panpel ke Mana?
Perbuatan yang dilakukan Yuli pun diduga karena adanya pengaruh minuman keras, sebab Alfon kabarnya sempat mencium bau alcohol ketika dirinya sedang diprovokasi oleh Yuli Sumpil dan Fandy.

Jikalau minuman keras itu sampai di stadion dan Yuli Sumpil benar-benar dalam posisi yang sedang mabuk, Akmal Marhali yang merupakan koordinator Save Our Soccer mempertanyakan kesiapan para panitia penyelenggara serta pihak keamanan yang bertugas.

“Itu berarti para panitia penyelenggara (panpel), lalu pihak keamanan seperti penjaga pintu masuk dan polisi tidak memahami FIFA Safety and Security Stadium Regulation.”

“Karena didalam itu ada semua larangan-larangan mengenai hal-hal yang tidak boleh dibawa pada saat pertandingan. Salah satunya adalah senjata tajam, minuman keras, flare, korek api itu tidak boleh,” jelas Akmal.

Jika Yuli benar-benar dalam pengaruh atau bahkan memang membawa alkohol, Akmal merasa itu merupakan salah satu tanggung jawab dari pihak penyelanggara juga. Panpel juga dinilai layak dihukum atas ketidaksanggupan mereka untuk menjaga pertandingan untuk selalu aman dan nyaman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*