Tampil di Homeless World Cup 2018 Meksiko, Indonesia Geber Latihan

Timnas Homeless World Cup Indonesia kembali berlaga di Homeless World Cup (HWC) 2018 atau kejuaraan dunia sepak bola bagi tunawisma dan orang-orang termarjinalikan secara sosial. Tahun ini HWC berlangsung di Zocalo, Meksiko, 13-18 November mendatang.

Sebelum berangkat, tim futsal wakil Indonesia di ajang HWC yang dibentuk oleh Yayasan Rumah Cemara Bandung rutin menggelar latihan di lapangan futsal Cikapayang, Kota Bandung.

Latihan diikuti delapan anggota tim nasional (timnas) Indonesia untuk HWC yang terdiri atas penderita Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiensy Syndrome (HIV/AIDS), mantan pecandu narkoba, dan anak jalanan.

Mereka merupakan hasil dari seleksi ketat yang dilakukan oleh yayasan non-profit, Rumah Cemara. Satu dari delapan pemain timans Indonesia tersebut, perempuan.

Manager Tim HWC Indonesia Yana Suryana mengatakan, saat ini, persiapan sudah mencapai 70%, baik fisik maupun mental, seperti pemeriksaan kebugaran dan lain-lain. Persiapan tim telah dimulai sejak 28 September lalu.

Disinggung tentang kendala, Yana mengemukakan, masih pada masalah pembiayaan agar seluruh anggota tim dan ofisial bisa berangkat ke Meksiko untuk berlaga di HWC 2018. “Kendalanya masih masalah dana,” kata Yana.

Yana mengemukakan, tahun lalu, Timnas HWC Indonesia menduduki peringkat lima dari 65 negara yang ikut HWC 2017 di Oslo, Norwegia pada Agustus 2017 lalu.

Untuk lawan terberat di ajang HWC 2018, menurut dia, masih belum terbaca. Sebab, anggota timnas setiap negara berganti setiap tahun. “Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lawan terberat di ajang ini, Brasil dan Meksiko,” ujar Yana.

Soal target tahun ini, Yana menuturkan, peringkat atau juara sebenarnya hanya bonus. Tetapi ada hal yang lebih penting dari HWC ini, yakni perubahan positif bagi atlet yang tampil di Homeless World Cup. Sebab, ajang HWC ini pengalaman sekali seumur hidup.

“Jadi, bagaimana caranya, setelah mengikuti HWC, temen-teman bisa mengubah diri menjadi lebih baik bagi diri sendiri maupun orang lain dan masyarakat yang lebih besar,” tutur Yana.

Yana mengungkapkan, terdapat perbedaan di HWC 2018. Rencananya, Indonesia akan mengirim dua tim, timnas pria dan putri. Namun proses untuk ke arah sana lumayan cukup panjang.

“Jadi salah satunya kami memilih untuk ikut program mix. Timnas yang akan berlaga campuran antara lak-laki dan perempuan. Di sini kami mengusung kebinekaan,” ujar Yana.

“Tim yang dibentuk anggotanya berasal dari berbagai latar belakang, termasuk gender. Saat seleksi, ada beberapa perempuan yang ikut. Namun baru satu perempuan yang terpilih setelah mengikuti seleksi ketat.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*