Sebelum Dihukum, Yuli Sumpil Pernah Curhat Soal Tuduhan Rasis Kepadanya

Buntut aksi kurang teruji yang dilakukannya di laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, dirijen Aremania Yuli Sumpil mendapatkan sanksi dari PSSI berupa larangan menghadiri pertandingan sepak bola di seluruh stadion yang ada di Indonesia dalam jangka waktu seumur hidup.

Sanksi tersebut datang beriringan dengan hukuman yang juga dijatuhkan kepada seluruh suporter Arema FC yang dilarang hadir di seluruh laga Arema FC hingga akhir musim, setelah terbukti melakukan pengeroyokan di tribune, pelemparan botol, menyalakan flare, hingga menyanyikan chant rasis.

Soal chant rasis tersebut, Yuli Sumpil sebenarnya pernah secara langsung curhat sebelum pertandingan Arema FC vs Persebaya itu.

Baca Juga 5 Fakta Yuli Sumpil, Pentolan Aremania yang Dilarang Masuk Stadion Seumur Hidup
Dirinya saat itu mengomentari perihal dirinya yang sering mendapatkan julukan raja rasis dari suporter-suporter tim lainnya. Termasuk juga saat itu dirinya meminta agar PSSI lebih memperjelas batas antara kata-kata rasis atau bukan yang diperbolehkan di sepak bola Indonesia.

Raja Rasis
Ramainnya kampanye anti lagu rasis dan diskriminatif belakangan ini di dunia sepak bola Indonesia sebenarnya juga disadari betul oleh pria yang akrab disapa Sam Jules itu.

Namun alih-alih langsung menghilangkannya, Yuli lebih memilih untuk terlebih dahulu mempertanyakan batasan-batasan yang diperbolehkan.

“Jika memang Arema dilarang untuk menyanyi gara gara kata itu, kami siap, tapi kami hanya ingin kata rasis itu yang seperti apa, harus diperjelas,” kata Yuli Sumpil dihadapan Aremania, seperti dilansir Radar Malang.

Soal batasan tersebut pria yang bernama asli Yuli Sugianto memberi contoh adanya penggunaan kata ‘naskleng’ yang sering dikumandangkan suporter di Bali. Namun tidak pernah diperdebatkan layaknya kata ‘jancok’ yang sering dinyanyikan Yuli dan kawan-kawan.

Sama seperti jancok, naskleng sendiri secara harfiah tidak memiliki padanan dalam bahasa Indonesia. Namun soal makna, naskleng juga merupakan kata-kata kasar yang sering digunakan di Bali sebagai kalimat makian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*