Ini Alasan Dirijen Aremania Lakukan Aksi Sawer Duit di Hadapan Penggawa Persebaya

Yuli Sumpil membeber alasan di balik aksi sawerannya di tengah laga antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, akhir pekan lalu. Dirijen Aremania ini menyebut bahwa hal tersebut merupakan penegasan jati diri Aremania, yang selama ini tak sekadar bermodal hasrat dalam mendukung tim kesayangan mereka.

“Ini merupakan penegasan bahwa selama ini Aremania bermodal, termasuk uang,” ujar Yuli, Jumat (12/10).

“Ada juga yang mengartikan lain-lain. Namun, menurut saya, ini adalah penegasan bahwa selama ini Aremania bondho dhuwek (bermodal uang, red),” sambungnya.

Yuli pun membeber alasan di balik aksinya masuk ke lapangan pada laga tersebut. Menurutnya, aksi ini merupakan balasan dari perbuatan yang dirasakan Arema ketika bertandang ke Surabaya pada putaran pertama lalu.

“Ketika suporter Surabaya meneror pemain Arema, kami pun bisa meneror pemain Persebaya. Namun, saya pastikan bahwa saya sama sekali tidak pernah menyentuh sedikit pun pemain mereka,” tutur pria bernama asli Yuli Sugianto.

“Sementara, jika kami dipermasalahkan merobek bendera dengan logo Persebaya, di Surabaya, mereka justru selama 90 menit membalik nama Arema di papan skor dan juga merobek logo kami,” imbuhnya.

Sebelumnya, Yuli -bersama salah seorang Aremania lain, Fandy- disanksi tak boleh masuk ke stadion di seluruh wilayah Republik Indonesia. Mereka berdua dianggap telah melakukan provokasi dan intimidasi terhadap pemain lawan pada laga kontra Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (06/10) lalu.

Selain dua orang ini, Komisi Disiplin PSSI juga menghukum Arema. Klub berlogo singa mengepal ini harus mengosongkan kandang mereka sampai akhir musim ini dan tidak boleh sekali pun bermain didampingi suporter mereka, Aremania. Selain itu, mereka juga harus membayar denda sebesar Rp. 100 juta.

Lebih lanjut, Yuli mengaku belum tahu cara untuk tetap mendukung Arema, kendati harus pensiun dari tribun. Menurutnya, pasti ada jalan baginya untuk bisa tetap memberikan sokongan pada tim kesayangannya tersebut.

“Karena, menjadi Aremania itu seumur hidup,” tandasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*