Calon Pelatih Timnas Indonesia Mengerucut: Bima Sakti

Jalan buntu atau deadlock nampak terjadi dalam negosiasi PSSI dengan Luis Milla dalam kontrak baru untuk jabatan kursi pelatih timnas Indonesia.

Luis Milla yang sebelumnya dikabarkan akan hadir pada tanggal 9 Oktober pun urung datang, begitu juga dengan agen dari pelatih asal Spanyol itu. PSSI pun beralasan mereka akan melakukan negosiasi jarak jauh, padahal agenda penting yakni Piala AFF 2018 tinggal hitungan satu bulan saja.

Bima Sakti sebagai pelatih sementara timnas perlahan sudah bisa menerapkan cara atau gaya bermain saat Garuda dilatih oleh Milla. PSSI sendiri sejak awal tahun 2017 menunjuk Bima sebagai asisten pelatih Milla bukan tanpa alasan. Dimana mantan kapten timnas Indonesia di era 90an itu diharapkan mampu menyerap ilmu dan konsep permainan Milla.

Dua laga uji coba internasional sudah dijalani Bima sebagai arsitek timnas, dibawah supervisi dari Danurwindo yang menjabat sebagai direktur teknik PSSI. Dua kemenangan juga didapat oleh timnas, yakni 1-0 melawan Mauritius dan 3-0 saat menghadapi Hong Kong. Perlahan rasa kepercayaan diri sudah dibangun oleh Bima Sakti kehadapan publik.

Secara terbuka mantan pemain Persiba Balikpapan ini pun antusias jika dirinya ditunjuk sebagai pelatih kepala di ajang Piala AFF tahun ini.

“Saya sudah belajar dengan Coach Luis, jadi gaya bermain kami tidak jauh berbeda,” buka Bima kepada awak media.

“Seperti yang saya bilang, semua rezeki dari Allah. Kalau memang rezeki saya sebagai pelatih di AFF saya siap saja. Tapi gaya permainan tetep seperti yang seperti Milla,” imbuhnya.

Bima sendiri tak sendirian, ia dibantu oleh rekannya atau mantan pemain primavera yakni Kurniawan Dwi Yulianto (asisten pelatih) dan Kurnia Sandy (pelatih kiper).

Milla yang masih berada di Spanyol pun tetap memberikan perhatian pada Indonesia. Dalam sebuah wawancara dengan media lokal, Marca yang dimuat pada Selasa (9/10/2018), ia secara khusus mengirim pesan duka buat korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

“Indonesia adalah negara yang belum saya jelajahi. Saya sudah berada di sana selama satu setengah tahun dan saya tahu orang-orang di sana. Saya turut berduka atas apa yang terjadi di sana. Bagaimanapun mereka akan bangkit,” ujar Luis Milla dalam sesi wawancara berbahasa Spanyol tersebut.

dalam dua tahun masa kepemimpinannya di skuat U-23, mantan pelatih timnas Spanyol U-21 ini meraih medali perunggu di ajang Sea Games 2017 dan mencapai babak 16 besar Asian Games 2018.

Indonesia sendiri diharapkan bisa meraih gelar perdana di Piala AFF tahun ini, dimana Garuda berada di Grup B bersama dengan sang juara bertahan Thailand, Filipina, Singapura dan Timor Leste.

1 Comment

Comments are closed.