happistar 526bet






SQ881
Inidewa365
Texaspoker
goldwin88
bursabet
Ft95
Bandar855

Serangan Cepat Itu Jadi Petaka, Bali United Tersendat di Persaingan Papan Atas

Stop eksperimen atau percobaan!

Begitu penggalan kalimat yang cocok disematkan untuk Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro.

Hal itu, setelah Coach Widodo gagal mengamankan poin di kandang Sriwijaya FC pada pekan ke – 24 Liga I Indonesia 2018 di Gelora Jakabaring Palembang , Sabtu (6/10/2018) malam.

Bali United tetap dengan poin 37. Sementara para pesaing (PSM Makassar dan Persib Bandung) bersiap meninggalkan Bali United.

Sementara Persija Jakarta dan Barito Putera siap menelikung. Karena mereka belum memainkan laga pekan ke – 24.

Bali United kalah 3-2. Gol Sriwijaya FC tercipta menit-1 melalui aksi bunuh diri bek kiri Novan Setya Sasongko. Disusul gol kedua Esteban Viscara menit 61, dan Gol Alberto Goncalves menit ke-72.

Bali United baru bisa membalas menit ke-73 lewat gol Ilija Spaso dan gol Melvin Platje meniti ke-83.

Coach Widodo melakukan perubahan di lini belakang dalam laga away ini.

Dua bek kiri dan kanan yang tampil baik dalam laga kontra PS Tira di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar ditepikan. Mereka adalah Andhika Wijaya dan Taufik Hidayat.

Kedua bek yang memiliki daya over lap cukup baik, kecepatan, disiplin, serta agresif bertahan yang baik ini disimpan Coach Widodo dalam laga penting di Palembang.

Bali United pun akhirnya tersisi sementara dari persaingan di papan atas.

Selain ekperimen, Coach Widodo juga melakukan pertimbangan yang sedikit keliru.

Tak sesuai dengan ketegasannya, yakni memainkan pemain yang paling siap.

Semisal Mohamadou Ndiaye dan Brwa Nouri yang belum 100 persen pulih dipaksa dimainkan. Akhirnya keduanya diganti.

Ndiaye akhirnya cedera tak dapat menuntaskan laga, dan diganti Gede Sukadana menit ke-26.

Sementara Nouri kurang maksimal diganti Bacdhim menit ke-56.

Dan akhirnya, Agus Nova Wiantara juga harus diganti. Hal itu tidak terlepas dari kerja keras Agus Nova karena harus menutup kelemahan bek kanan yang di tempati, Dias Angga.

Begitu sebaliknya Ricky Fajrin juga harus cover kelemahan bek kiri yang mudah ditembus lawan.

Esteban Viscara mudah lolos dari kanan dan harus dicover Agus Nova.

Sementara Yogi Ramadian penyerang Sriwijaya FC dengan mudah lolos dari bek kiri yang dikawal Novan Setya Sasongko.

Yogi memberi dua asis terjadi gol lewat kaki Viscara dan Beto Goncalves.

Gol cepat menit ke-1 crossing Viscara yang lolos melewati Dias Angga, dan Gol karena salah kontrol dan passing Novan Setya Sasongko, menjadi petaka bagi Bali United.

Novan bermain di luar harapan. Coach Widodo gagal menjalankan eksperimen dengan materi pemain khusus di bek kiri kanan.

Usai laga Coach Widodo menyatakan gol cepat menit awal membuat semua berubah.

“Saya sudah katakan kepada pemain Bali United, di meeting juga saya bilang hati-hati menit awal. Biasanya mereka dari awal presing dan menyerang dan itu yan terjadi, pemain kami kurang fokus,
Itulah yang terjadi (gol bunuh diri Novan),” kata Coach Widodo.

Coach Widodo mengucapkan selamat kepada Sriwijaya yang memenang kan pertandingan. Laga sebenarnya enak di tonton. Kedua tim sama-sama menyerang.

“Hanya kita lengah di menit awal pemain kami sehingga mengubah ritme permainan kami. Dan juga Ndiaye cedera memengaruhi laga. Jadi ada perubahan di situ. Yang jelas kami berusaha mengejar ketinggalan, dan kami hanya bisa mencetak dua gol,” jelas Coach Widodo.

Coach Widodo berulang kali menyampaikan apresiasi selamat kepada Sriwijaya FC mantan timnya yang tampil luar biasa di kandang dan menang.

“Dan selamat untuk Sriwijaya FC yang telah memenangkan pertandingan,” kata Coach Widodo.

Dalam laga ini, meski tanpa Stefano Lilipaly, I Nyoman Sukarja, dan Fadil Sausu, menurut Coach Widodo tidak menjadi pengaruh performa tim.

Bahkan Coach Widodo menegaskan, Bali United pernah menang tanpa ketiga pemain ini.

Saat ditanya absen tiga pemain pengaruh atau tidak? Coach Widodo menegaskan tidak.

“Kami pernah tanpa mereka dan pernah memenangkan laga tanpa mereka juga. Kami punya 30 pemain, siapapun yang diturunkan mereka harus siap,” kata Coach Widodo.

Menurut dia, siapa pemain yang diturunkan tetap sama. Kualitas semua pemain sama.

“Karena prinsip nya kami, pemain siapa yang diturunkan, sama saja. Jadi ditinggal karena mereka cedera tidak pengaruh,” ujarnya.

Irfan Bacdhim penyerang Bali United mengatakan, baru saja bermain dua kali dalam seminggu.

Setelah cedera panjang. Ia terkejut degan gol cepat ke gawang Wawan Hendrawan yang meski kebobolan tiga gol tapi melakukan banyak saves penting dalam laga ini.

“Kami Terkejut gol cepat dan cedera N’diaye. Kami berusaha ingin menang kan pertandingan tapi kita tahu Sriwijaya FC berusaha kerja keras bermain di kandang mereka,” katanya.

Menurut dia, mereka berbahaya bermain di kandang. Selamat untuk Sriwijaya FC dan semoga ke depan Bali United lebih baik.





AFAPOKER RGOBET wigobet 12online gaming