Pelatih Persib Mario Gomez Sebut Banyak Orang Kotor di Sepak Bola Indonesia

Pelatih Persib Bandung, Mario Gomez, mengatakan banyak orang-orang di Tanah Air yang kotor dan merusak sepak bola Indonesia.

Mario Gomez merasa Persib Bandung kerap mendapatkan perlakuan tidak adil.

Oleh karena itu, Gomez menyebutkan bahwa ia memilih untuk menggelar pertandingan kandang saat Persib melawan Persebaya Surabaya di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (20/10/2018).

Saat bermain di Jayapura, Mario Gomez ingin pertandingan berjalan lancar tanpa gangguan dari pihak lain.

“Dalam hidup saya yang penting itu bersih,” kata Gomez seperti BolaSport.com lansir dari Tribun Jabar.

“Saya banyak menemukan orang yang bersih tapi di sini saya melihat banyak mata yang berbeda dan itu kotor. Saya tahu ini tidak bagus tapi kami harus berjuang,” kata pelatih asal Argentina tersebut.

Lebih lanjut pelatih yang sempat membeseut klub Liga Malaysia, Johor Darul Takzim, itu mengatakan dalam pertandingan menang atau kalah merupakan hal biasa.

Namun, yang membuatnya tidak nyaman itu ketika Persib diperlakukan tidak adil dan harus berjuang sendiri.

“Kalian lebih tahu dari pada saya. Saya berjuang untuk pemain saya dan tidak ada yang membantu kami,” kata Gomez.

“Kalian ketika pulang pikirkan ini, apakah terus seperti ini atau tidak. Ini soal pengalaman, ini problem kalian bukan problem saya. Menang kalah seri itu biasa, saya tidak masalah,” ucap Gomez.

Sebelumnya Persib harus menjalani hukuman dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sampai pertengahan musim Liga 1 2019.

Salah satu hukumannya itu yakni Persib harus menggelar pertandingan kandang tanpa penonton di luar Pulau Jawa sampai Liga 1 2018 selesai.

Pada awal Liga 1 2019, Persib dipersilahkan kembali ke Bandung, namun masih tetap tanpa penonton.

Hukuman Persib kembali bertambah.

Tiga pemain asingnya, Ezechiel Ndouassel, Jhonatan Bauman, dan Bojan Malisic, mendapatkan sanksi larangan bermain hingga beberapa pertandingan ke depan.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*