Finansial Arema Bisa Goyah dengan Sanksi Tanpa Aremania

Sanksi laga tanpa Aremania hingga akhir musim bakal membuat keuangan Arema FC goyah karena satu di antara sumber pemasukan utama mereka adalah tiket penonton saat laga kandang.

Kini, Arema tidak bisa mengeruk pemasukan dari sektor itu dalam lima laga kandang tersisa di Gojek Liga 1 bersama Bukalapak, yakni melawan Bali United, PSMS Medan, Barito Putera, Perseru Serui, dan Sriwijaya FC.

Sanksi tersebut merupakan imbas dari perilaku negatif Aremania dalam pertandingan melawan Persebaya Surabaya di pekan-24 Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang(6/10/2018).

Aremania masuk lapangan dan melakukan provokasi kepada tim Persebaya. Selain itu, denda Rp100 juta juga harus dibayarkan kepada PSSI.

CEO Arema, Iwan Budianto, mengakui semua sektor akan terkena dampak dari sanksi itu. Terutama sanksi tanpa penonton hingga akhir musim.

“Tentu ada pengaruhnya terhadap operasional klub. Tidak hanya pemain dan ofisial, tapi juga karyawan manajemen,” jelas IB, sapaan akrabnya.

Manajemen Arema sekarang harus memutar otak untuk mencari pemasukan lainnya. Hal ini dipredikasi akan sulit karena tidak mungkin mencari sponsor baru di saat seperti ini.

Apalagi sponsor lama juga terkena imbasnya. Mereka tidak bisa melakulan penjualan ketika Arema memainkan laga kandang. Terutama sponsor seperti Indofood, Corsa, dan yang lainnya.

Selain itu, roda perekonomian mikro di Stadion Kanjuruhan diprediksi perlahan meredup. Mulai pedagang atribut, asongan hingga tukang parkir juga kehilangan sumber pendapatan juga.

Ke depan, manajemen Arema akan mencari cara lain untuk bisa mendapatkan pemasukan. Satu di antaranya seperti menggelar nonton bareng. Namun, hal tersebut perlu dibahas lebih mendetail dan dikomunikasikan dengan Komdis PSSI.

Musim ini sebenarnya finansial Arema mulai stabil. Tidak ada lagi kabar keterlambatan gaji atau bonus yang dikeluhkan pemain. Meski, manajemen memang melakukan efisiensi nilai kontrak pemain Sehingga nominal gaji pemain tidak sebesar musim-musim sebelumnya.

Hanya, ketika sudah mulai mapan, kini mereka digoyang sanksi berat yang menghilangkan sumber pemasukan utama.

Dari informasi yang dihimpun Bola.com, setiap laga kandang, panpel Arema masih bisa mengeruk pemasukan tiket minimal Rp300 juta. Jika stadion penuh bisa tembus lebih dari Rp1 miliar.

Untuk lima laga ke depan, Arema harus mulai merogoh kocek sendiri untuk biaya sewa Stadion Kanjuruhan dan operasional pertandingan tanpa ada pemasukan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*