Barito Putera Bertekad Berbenah

Barito Putera gagal menuai poin penuh saat menjamu PSMS Medan di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Minggu (7/10) malam. Pada laga itu, kedua tim bermain imbang 3-3.

Asisten pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, tak bisa menutupi rasa kecewanya setelah pertandingan. Itu lantaran sebelumnya memang mereka menargetkan kemenangan pada laga ini.

“Hasil ini tidak sesuai dengan yang kami inginkan, ini menjadi pelajaran buat kami. Terus terang saya juga sangat tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Tapi bagaimanapun juga harus kami jalani, harus kami perbaiki untuk pertandingan selanjutnya,” kata Yunan.

“Pastinya setelah ini kami berpikir untuk pertandingan selanjutnya, tak ingin berlarut-larut. Menurut saya anak-anak sedikit kurang disiplin, tapi saya salut dengan para pemain tekad untuk menangnya sangat tinggi. Cuma memang harus diperbaiki lagi secara tim terkait organisasi permainan,” tambahnya.

Hal senada juga dituturkan bek Barito Putera, Muhammad Rifqi. Dia mengatakan, gol yang berhasil dicetak PSMS tak lepas dari kesalahan yang dibuat para pemain Barito Putera.

“Kami enggak bilang PSMS bermain lebih bagus dari kami, cuma memang kami buat banyak peluang dan kami buat banyak momentum tapi memang belum rezekinya. Kami terlalu gampang kebobolan terutama di menit awal babak pertama dan babak kedua. Tapi apapun itu, seperti yang coach bilang, kami enggak bisa terus begini, kami harus berbenah untuk pertandingan selanjutnya,” ucap Rifqi.

Di samping itu, Rifqi juga mengkritik kepemimpinan wasit di laga ini. Bahkan setelah pertandingan, terlihat ofisial dan pemain Barito Putera mengerubungi wasit Nendi Rohaendi, yang kemudian sempat coba dihalangi pelatih PSMS, Peter Butler. Butler pun kemudian mengklaim kena pukul dari ofisial dan pemain Barito Putera.

“Banyak dari keputusan wasit, yang membuat suasana dari teman-teman menjadi emosi. Banyak waktu yang terbuang saat permainan kami berjalan cepat dan bagus, terutama ketika kedudukan imbang 3-3. Di saat itu banyak pemain PSMS yang ditandu, sehingga kami kehilangan momentum,” tuturnya.

“Kami berharap semuanya semakin dewasa. Mungkin karena faktor banyaknya keputusan wasit yang merugikan yang membuat semua jadi kurang terkontrol. Tapi pada intinya, semua ingin sepakbola Indonesia semakin sehat, semakin bagus,” timpal Yunan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*