Persebaya Mengaku Cukup Tertekan dengan Permainan Arema

Pelatih Persebaya Surabaya, Djajang Nurjaman mengakui bahwa timnya cukup tertekan dengan permainan Arema FC. Terutama ketika pertandingan memasuki babak kedua.

Kondisi itu yang kemudian dimanfaatkan betul oleh Arema untuk menciptakan banyak peluang. Sehingga memaksa Misbakus Solikin dan kolega untuk bermain lebih bertahan.

“Sebetulnya kami ingin lebih ke depan lagi, tapi secara naluri pemain lebih defense sehingga Arema lebih leluasa memainkan bola,” kata Djanur, sapaan akrabnya, usai pertandingan.

Namun meski tertekan, Djanur menilai anak asuhnya mampu meladeni permainan Arema dengan sangat baik. Buktinya, tim berlogo Singa Mengepal tersebut tidak bisa mencetak gol melalui skema open play.

“Sekali lagi terlalu banyaknya pelanggaran yang memang real atau pun yang saya pikir keputusan salah dari wasit, akhirnya itu yang membuat kami kalah,” tegasnya.

Senada dengan pelatih, gelandang Persebaya, Misbakus Solikin mengakui bahwa ia dan rekannya terlalu menunggu. Namun ia menganggap bukan faktor itu yang membuat Persebaya kalah.

“Kita berusaha fokus, tapi tendangan bebas menurut saya tidak ada pelanggaran, itu yang membuat terjadi gol,” pungkasnya.