Terdampak Tsunami Palu, Mantan Kiper Timnas Indonesia Harus Ikut Mengungsi

Mantan kiper tim nasional (timnas) Indonesia, Ferry Rotinsulu, ikut terdampak gempa dan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Dampak dari musibah tersebut, Ferry Rotinsulu pun sampai harus mengungsi bersama keluarganya di Palu.

Sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Instagram pribadinya, Ferry mengunggah foto bersama keluarganya di pengungsian.

Dalam unggahan terbarunya, mantan kiper timnas Indonesia era 2007 itu tampak bersyukur masih diberi keselamatan.

“Alhamdulillah saya dan keluarga semua selamat, sekarang masih di tempat pengungsian karena semua masih trauma turun ke rumah masing-masing,” tulis Ferry pada Senin (1/10/2018).

Eks kiper Sriwijaya FC itu juga menyertakan foto momen-momen kebersamaan di pengungsian.

Tragedi tsunami ini menjadi pukulan telak bagi Ferry yang baru saja kehilangan orang tercinta pada beberapa hari sebelumnya.

Dikabarkan melalui Instagram, Ibunda tercinta dari Ferry baru saja meninggal dunia pada 20 September 2018.

Perlu diketahui BolaSporter, Ferry merupakan mantan pesepak bola profesional Indonesia yang lahir dan besar di Palu, Sulawesi Tengah.

Persipal Palu adalah tim pertama yang dibela oleh pria 35 tahun ini dalam sepak bola profesional di Indonesia.

Ferry Rotinsulu kemudian menuai masa keemasan bersama Sriwijaya FC pada periode 2004-2013 ssebelum akhirnya menutup karier di Persebaya Surabaya pada 2014.

Selama di Sriwijaya FC, ia telah mempersembahkan tiga gelar Piala Indonesia serta satu kali juara Liga Indonesia musim 2007/2008.

Berkat prestasinya tersebut, Ferry lantas mendapatkan panggilan dari timnas Indonesia era 2007 hingga 2011 bersama Markus Harison dan Yandri Christian Pitoy.

Kabar terbaru, mulai Januari lalu Ferry telah meneruskan kariernya di dunia sepak bola nasional sebagai pelatih kiper di Lampung Sakti FC.

Ferry Rotinsulu telah memiliki lisensi kepelatihan C AFC pada Agustus 2018.