Buntut Kekerasan di Area GBLA, Ketua Panpel Persib dan Kepala Sekuriti Diskors 2 Tahun

Komite Disiplin PSSI merilis 14 poin keputusan terkait pelanggaran disiplin yang terjadi dalam pertandingan pekan ke-23 antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Baik Persib Bandung maupun Persija Jakarta mendapatkan sanksi untuk pelanggaran, baik teknis di dalam lapangan maupun insiden di luar lapangan.

Persib dianggap melakukan sembilan poin pelanggaran, baik secara institusi maupun personal. Hukuman terbesar bagi Persib adalah laga kandang terusir ke Kalimantan selama sisa musim 2018 dengan tanpa penonton dan laga kandang di Bandung tanpa penonton selama setengah musim pertama 2019.

Akibat kekerasan yang terjadi di area parkir Stadion GBLA yang menyebabkan seorang suporter Persija tewas, panpel dan sekuriti yang terlibat juga mendapat sanksi. Sanksi tersebut tercantum pada poin ketiga yang berbunyi:

Panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung
Nama kompetisi: Liga 1 2018
Pertandingan: Persib Bandung vs Persija Jakarta
Tanggal kejadian: 23 September 2018
Jenis pelanggaran: suporter Persib melakukan intimidasi terhadap tim Persija pada saat MCM dan melakukan. Sweeping, pengeroyokan dan pemukulan terhadap suporter Persija hingga tewas. Panpel gagal memberikan rasa aman dan nyaman terhadap suporter yang datang menonton.
Hukuman:

1. ketua panitia pelaksana pertandingan & security officer berupa larangan ikut serta dalam kepanitiaan pertandingan Persib Bandung selama 2 (dua) tahun.
2. Panpel Persib Bandung didenda sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah)
Komdis PSSI juga meminta panpel Panpel Persib Bandung wajib memerangi dan melarang rasisme dan tulisan provokasi serta slogan yang menghina melaluispanduk, poster, baju, dan atribut lainnya dengan cara apapun.

1 Comment

  1. Kasihan persib, dilarang tampil didepan suporter sendiri alias tanpa penonton. Berarti persib ngga ada pemasukan uang dari penjualan tiket ? Ntar Bagaimana mau bayar gaji pemain dan pelatih ? Ujung2nya persib degradasi ke divisi 2.

Comments are closed.