Rendy Juliansyah Abaikan Pujian dan Cibiran Jelang Laga Timnas Indonesia U-16 Vs Australia

Timnas Indonesia U-16 tinggal selangkah lagi bermain di Piala Dunia U-17 yang digulirkan di Peru pada 2019. Syaratnya, bisa mengatasi rintangan dari Australia di perempat final Piala AFC U-16 2018.

Tak hanya pencinta sepak bola nasional yang tak sabar menyaksikan laga krusial ini, pemain Timnas Indonesia U-16 juga sangat bersemangat menghadapi Australia untuk mewujudkan mimpi bermain di Piala Dunia. Satu di antaranya, Rendy Juliansyah.

Skuat Garuda Asia menyadari, mengalahkan Australia bukan hal mudah. Namun, mereka menyatukan tekad dan semangat. Rendy berujar, ia dan teman-temannya mencoba tak menghiraukan hujatan yang diterima mereka yang muncul di media sosial.

Dukungan terhadap Timnas Indonesia U-16 memang tak semuanya bernada positif. Ada juga yang mencibir permainan timnas maupun pemain secara individu.

Rendy juga merasa, ia dan rekan-rekannya bukan siapa-siapa alias belum jadi bintang. Alhasil, mereka masih harus membuktikan diri dan berkembang secara natural sesuai usia mereka.

Meski begitu, gelandang serang dan striker Timnas Indonesia U-16 itu menegaskan tetap menerima masukan-masukan positif dari berbagai kalangan demi kebaikan mereka.

“Saya dan teman-teman sepakat untuk konsentrasi penuh terhadap pertandingan berikutnya. Abaikan semua pujian dan hujatan, tapi tetap mengambil hikmah dan saran dari semua pihak untuk perbaikan kami. Kami bukan apa-apa, seperti kata pelatih, kami ini baru calon bintang. Dan saya tidak pernah merasa sebagai bintang di tim ini,” tutur Rendy.

Rendy mengungkap, secara khusus ia mengambil pelajaran dari laga kontra India pada matchday terakhir Grup C (27/9/2018). Ketika itu ia masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-72, menggantikan posisi Bagus Kahfi.

Ada rasa gugup mengingat lawan sedang menekan dan itu kali pertama Rendy dimainkan pelatih Fakhri Husaini di Piala AFC U-16 2018.

“Awal masuk ke lapangan saya merasa gugup, jantung berdegup kencang karena memang saya baru pertama kali bermain di ajang Piala AFC. Tapi, saya mencoba ikuti instruksi pelatih agar memikirkan hal-hal menarik, kenangan yang membuat saya gembira dan cerita lucu lainnya. Itulah yang membuat saya lebih tenang di lapangan, tidak sering kehilangan bola,” kata Rendy.

Rendy menegaskan ia siap jika kembali diturunkan pelatih saat Timnas Indonesia U-16 menghadapi Australia di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (1/10/2018).

“Saya percaya, teman-teman pasti akan membantu saya bermain di lapangan karena kami satu tim dan kami saling membutuhkan satu dengan yang lain. Ini juga yang membuat tim kami bisa kompak sejauh ini,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.