Komentar Manajer Persebaya Setelah Mendatangi Kandang Arema

Laga amal untuk keluarga almarhum Haringga Sirla yang diadakan Arema FC dan Madura United mendapat sambutan positif dari berbagai perwakilan klub Liga 1 2-18. Hampir semua hadir dalam acara ini di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu malam (29/9/2018), termasuk Persebaya Surabaya.

Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, ikut membubuhkan tanda tangan ikrar manajer klub Liga 1 ke arah lebih baik. Kehadiran Candra mendapat sambutan positif dari Aremania, meski beberapa di antaranya tetap mencibir.

Selama ini suporter Arema dan Persebaya, Aremania dan Bonek, dikenal menjalin rivalitas tinggi di Jawa Timur. Candra memiliki penilaian tersendiri dengan kehadirannya di kandang Arema ini.

“Aremania dan Bonek sama-sama suporter yang militan, artinya ini bagi kami sebenarnya rivalitas itu bisa saja berlanjut. Tapi, bagaimana teman-teman suporter bisa menyikapi ini dengan dewasa. Silakan bermusuhan dalam tanda petik selama 90 menit, di luar itu kami sama-sama suporter dan pendukung klub,” ungkapnya setelah pertandingan.

Sebelum menjadi manajer Persebaya, pria berusia 41 tahun itu merupakan wartawan olahraga di satu di antara media Jawa Timur. Dia mengaku sering mendatangi beberapa stadion di Indonesia, satu di antaranya Stadion Kanjuruhan.

Kepada Bola.com, Candra mengaku sudah lama sekali terakhir kali menginjakkan kaki di stadion yang berada di Kepanjen tersebut. Hal itu terjadi pada 2010 atau delapan tahun silam.

Di sisi lain, pria kelahiran Bojonegoro itu mengaku sangat menyambut baik acara berkumpulnya manajer Liga 1 ini. Meninggalnya Haringga tak boleh terulang lagi dan sepak bola Indonesia harus berbenah.

“Kami menyambut baik ada kesepakatan tim Liga 1, karena ini memang baik untuk sepak bola Indonesia ke depan. Persebaya mendukung langkah ini, mudah-mudahan bisa diikuti kelompok suporter Indonesia dan mengarah ke lebih baik dan damai ke depan,” tuturnya.

“Di Persebaya, sejak musim lalu memiliki Divisi Fans Relation dengan mengedukasi Bonek menjadi lebih baik. Tapi, memang tidak mudah prosesnya. Kami melakukan acara sampai pendataan, harapannya dalam beberapa waktu ke depan menjadi lebih baik,” imbuh Candra.