Kisah Eks Kiper Timnas Indonesia Saat Merasakan Tsunami di Palu

Mantan penjaga gawang Sriwijaya FC, Ferry Rotinsulu tengah berada di kampung halamannya di Palu. Saat bencana alam menimpa wilayah Donggala dan Palu, mantan kiper Timnas Indonesia tersebut sedang berada di kamar mandi.

Gempa dahsyat itupun langsung menyebabkan listrik mati. Ia pun berusaha keluar kamar mandi dan berlari ke luar rumah. Kondisi rumah yang gelap gulita karena listrik mati, sempat membuat ia kesulitan mencari jalan keluar.

Belum lagi dapur dan ruangan yang ambruk karena guncangan gempa yang sangat kuat, sempat membuat ia terkurung dalam rumah, hingga akhirnya mampu mencari jalan keluar.

“Rumah retak, bagian dalam hancur semua. Tidak ada yang tersisa,” kata kiper yang dijuluki FR12 tersebut.

Kondisi yang lebih parah terjadi pada kediaman keluarganya. Gempa yang menyebabkan tsunami Donggala menyapu rumah keluarganya itu sampai rata dengan tanah.

“Rupanya seperti ini tsunami, benar-benar menakutkan. Semua hancur, banyak rumah keluarga yang hancur karena tsunami. Akses jalan putus, jembatan putus, jaringan putus, penerbangan pun putus,” ujarnya.

Penjaga gawang yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya ini menyebut, karena tidak ada jaringan telpon, ia tidak bisa menghubungi keluarganya di Palembang.

“Alhamdulilah kami selamat. Kalau ingat kejadian semalam tidak tahu lagi. Pasrah saja,” ucapnya.