Fakhri Husaini Anggap Lawan Australia U-16 Seperti Final

Fakhri Husaini fokus mengasah mental penggawa tim nasional Indonesia U-16 jelang menghadapi Australia di perempat-final Piala Asia U-16 2018 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Senin (1/10) sore WIB.

Garuda Muda punya rekor buruk saat bertemu Australia. Di fase grup Piala AFF 2017 lalu, Joeys — julukan Australia — pernah melibas David Maulana dan kolega dengan skor telak 7-3.

Kemenangan atas Australia di turnamen kali ini bukan sekadar menjadi revans, melainkan juga sejarah baru karena melangkah ke semi-final bisa memastikan Indonesia sebagai salah satu dari empat wakil Asia yang berhak tampil di Piala Dunia U-17 tahun depan di Peru.

“Saya melihat justru [yang perlu diasah] adalah aspek mental, bagi kami pertandingan besok adalah final. Karena besok akan menentukan Indonesia bisa tampil di Piala Dunia atau tidak,” ungkap Fakhri selepas memimpin latihan di Padang Latihan Sime Darby, Minggu (30/9) pagi WIB.

“Tentu saya ingin melihat mereka punya kepercayaan diri, tapi juga tak perlu khawatir terhadap lawan. Respek boleh, kami harus respek terhadap Australia. Tapi ada perbedaan besar antara respek dan takut, apalagi minder.”

“Tapi syukur alhamdulillah mereka sudah berpengalaman. Bukan kali ini saja kami pernah melawan Australia, kami juga pernah melawan Jepang dan Thailand di kandang mereka,” lanjutnya.

“Keberanian dan rasa percaya diri pemain saya rasa mantap. Yang paling saya suka adalah motivasi mereka cukup tinggi dan antusiasme juga menggebu-gebu, saya harus bisa mengelola itu akar tetap terkontrol karena kalau tidak bisa jadi bumerang.”

Fakhri juga menyatakan bahwa sudah mengenal gaya permainan Australia, yang disebutnya tak mengalami banyak perubahan selepas gelaran Piala AFF tahun lalu di Thailand.

“Australia ini gaya mainnya nggak berubah dari apa yang ditampilkan ketika di Piala AFF, bek sayap mereka aktif menyerang,” ujarnya. “Tergantung kami, kalau bisa memanfaatkan daerah-daerah kosong yang ditinggalkan para pemain mereka tentu bisa jadi keuntungan. Ini bicara soal transisi positif dan negatif.”